.breadcrumbs { padding:5px 5px 5px 0px; margin: 0px 0px 15px 0px; font-size:95%; line-height: 1.4em; border-bottom:3px double #e6e4e3; }
YOU'LL NEVER WALK ALONE السلام عليكم ورحمة الله وبركته . . . ؟

WWW.DAYSCO.BLOGSPOT.COM

السلام عليكم ورحمة الله وبركته . . . ؟

sistem starter sepeda motor

Diposting oleh king the world Senin, 04 April 2011



Fungsi dan Jenis Sistem Stater
System stater berfungsi sebagai penggerak mula agar mesin bisa bekerja.

Ada beberapa jenis stater, diantarannya :

a. Stater mekanik
Adalah stater yang digerakkan dengan tenaga manusia, contohnya, kick stater (stater kaki), slenger (stater untuk mesin diesel, dan beberapa type mobil lama)

b. Stater elektrik
Adalah stater yang sumber tenaganya berasal dari arus listrik. Stater jenis ini banyak digunakan pada mobil dan saat ini banyak diaplikasikan pada sepeda motor.

c. Stater Pneumatik
Adalah stater yang sumber tenagannya dari udara yang bertekanan. Banyak dipakai pada mesin-mesin kapal laut. Karena mesin kapal cukup besar, maka digunakan stater jenis ini.

Komponen Utama Sistem Stater Elektrik dan Fungsinya

Secara umum system stater elektrik memiliki beberapa komponen sebagai berikut :

1. Saklar stater : berfungsi mengalirkan arus listrik ke relay stater

2. Relay stater : berfungsi mengalirkan arus yang besar ke motor sater

3. Motor stater : berfungsi merubah tenaga listrik menjadi momen putar

4. Batteray : berfungsi sebagai sumber arus listrik.

2

Prinsip Kerja Motor Stater

Motor stater mengubah energi listrik menjadi energi mekanik (putar). Motor bias berputar mengikuti prinsip sebagai berikut :

3

Pada saat arus melewati konduktor (penghantar A) dan B yang berada antara kutub magnet, maka penghantar A dan B akan menerima gaya dorong berdasarkan garis gaya magnet yang timbul dengan arah seperti pada gambar di samping. Hubungan antar arah arus, arah garis gaya magnet dan arah gaya dorong pada penghantar merujuk pada aturan / kiadah tangan kiri Fleming.
Arah arus yang masuk kebalikan dengan arah yang keluar sehingga gaya dorong yang dihasilkan juga saling berlawanan. Oleh karena itu penghantar akan berputar saat arus tersebut mengalir. Untuk membuat penghantar tetap berputar maka digunakan komutator dan sikat (brush).

Komponen utama motor stater terdiri dari : armature coil, (kumparan jangkar), komutator, field coil (kumparan medan), dan sikat (brushes).
Berdasarkan kaidah tangan kiri Fleming diatas, prinsip kerja dari komponen – komponen utama motor stater adalah sebagai berikut :
Armature dan field coil dihubungkan dengan batteray secara serie melalui sikat – sikat dan komutatoe. Urutan aliran arusnya yaitu dari bateray, relay stater, fiel coil, sikat positif, komutator, armature, sikat negative, dan selanjutnya ke masa.

Pada saat arus listrik mengalir, pole core bersama sama field coil akan terbangkit medan magnet. Armature yang juga dialiri arus listrik akan timbul garis gaya magnet sesuai tanda putaran pada gambar di samping. Sesuai dengan kaidah tangan kiri fleming, armature coil sebelah kiri akan terdorong ke atas dan yang sebelah kanannya akan terdorong ke bawah. Dalam hal ini armature coil berfungsi sebagai kopel atau gaya punter, sehingga armature akan berputar. Jumlah kumparan di dalam armature coil banyak, sehingga gaya putar yang ditimbulkan armature coil bekerja saling susul menyusul. Akibatnya putaran armature akan menjadi teratur.

4

Komponen Motor Stater

5

1. Tutup Motor
Berfungsi sebagai rumah armature dan sebagai tempat magnet tetap (sebagai ganti kumparan medan, pada type motor stater sekarang kumparan mean digantikan dengan magnet permanent)

2. Armature
Berfungsi sebagai penghasil momen putar. Pada armature terdapat komutator yang berfungsi sebagai terminal kumparan armature.

3. Sikat
Berfungsi untuk menghantarkan arus listrik ke kumparan armature melalui komutator. Pada motor dibawah 125 cc biasannya sikatnya hanya ada 2, yaitu sikat positif dan sikat negative. Tetapi motor dengan cc lebih besar, biasannya memiliki 2 buah sikat posotif dan 2 buah sikat negative, contohnya pada sepeda motor Thunder 125.

4. Pemegang sikat
Berfungsi sebagai rumah sikat. Didalam pemegang sikat terdapat pegas. Berfungsi menekan sikat agar menempel dengan komutator.

5. Tutup Depan dan Belakang
Berfungsi sebagai rumah roda gigi reduksi.

6. Gasket
Sebagai perapat antara tutup bagian depan dan belakang

7. Roda Gigi Reduksi
Membuat perbandingan putaran antara output motor stater dan roda gigi pinion yang memutar poros engkol. Tujuannya agar didapatkan momen punter yang lebih besar.

Rangkaian dan Cara Kerja Sistem Stater

6

Gambar dia atas adalah rangkaian system stater sepeda motor Supra
Cara kerjannya adalah :

Pada saat kunci kontak on, saklar stater ditekan, arus mengalir :

BATTERAY POSITIF – SEKRING – KUNCI KONTAK – RELAY STATER – SAKLAT STATER – MASSA

Didalam relay stater terdapat kumparan, sehingga jika arus mengalir ke dalam kumparan relay stater, maka relay stater akan menjadi magner, dan plunyer pada relay stater akan menghubungkan terminal kabel besar dari positif batteray dan yang menuju motor stater, sehingga aliran arusnya menjadi :

BATTERAY POSITIF – TERMINAL RELAY STATER – MOTOR STATER – MASSA

Karena motor stater mendapatkan aliran arus, maka motor stater berputar, memutarkan mesin.

Rangkaian Sistem Stater Spin

7

*CODE GEOGLOBE

Diposting oleh king the world

FUNGSI KOMPONEN ALTERNATOR

Diposting oleh king the world


Kumparan Rotor
Kumparan rotor berfungsi untuk menghasilkan medan magnet pada kuku kuku rotor.
Di dalam rotor terdapat dua buah slip ring. Sau slip ring negative dan satu slip ring positif.
Slip ring berfungsi sebagai terminal kumparan rotor


Kumparan Stator
Kumparan stator berfungsi membangkitkan tegangan bolak balik 3 fasa.



Dioda/Rectifier
Dioda / rectifier berfungsi untuk menyearahkan arus listrik.
Didalam alternator terdapat 2 buah rectifier, yaitu rectifier negative dan rectifier positif.
Rectifier positif ditandai dengan adannya terminal B pada alternator.
Terminal B pada alternator biasannya berupa baut yang dibuat lebih panjang dan atau lebih besar.

Rumah bantalan depan dan belakang
Berfungsi sebagai dudukan bantalan rotor.
Rumah alternator juga berfungsi menyediakan tempat bagi stator.
Rotor akan berputar di dalam stator dengan celah sekecil mungkin.


Kipas Pendingin
Kipas pendingin berfungsi untuk mendinginkan dioda – dioda dan mendinginkan alternator.

Pully
Pully berfungsi meneruskan putaran mesin ke alternator
Membuat perbandingan putaran antara putaran mesin dan alternator


Sikat Arang dan Rumah Sikat
Sikat arang berfungsi mengalirkan arus ke kumparan rotor melalui slip ring.
Rumah sikat / Brush holder berfungsi sebagai tempat sikat arang.

Transmisi Tipe Synchromesh

Diposting oleh king the world






Jenis ini mempunyai konstruksi seperti jenis constantmesh. Pada jenis ini untuk memindahkan putaran dari main gear ke main shaft digunakan Synchromesh, sehingga perpindahan putaran dapat dilakukan dengan mudah pada berbagai kecepatan.


1. Susunan transmisi jenis Synchromesh
Pada dasarnya transmisi jenis Synchromesh terdiri atas lima bagian, yaitu sebagai berikut :
  • Syncronizer ring, yang berfungsi untuk menyamakan putaran.
  • Clutch hub, berfungsi untuk menghubungkan putaran dari dari sleeve hub ke main shaft.
  • Sleeve hub, berfungsi untuk memindahkan putaran dari main gear ke main shaft melalui clutch hub.
  • Sycronizer key , berfungsi untuk menekan synchronizer ring dan sekaligus membantu bekerjanya sleeve hub
  • Synchronizer spring, berfungsi untuk menekan synchronizer key selalu tertekan ke sleeve hub

2. Cara kerjanya
Bila sleeve digerakkan ke depan atau ke belakang oleh fork,sleeve akan bergerak ke depan atau ke belakang. Gerakana sleeve hub menbawa synchronizer key untuk menekan synchronizer ring, selanjutnya synchronizer ringtertekan dantergesek dengan cone. Akibat gesekan ini maka terjadi pengereman yang menyebabkan putaran synchronizer key sama dengan sycronizer cone

Bila sleeve ditekan terus, sedangkan synchronizer ring tidak dapat bergerak maju lagi maka synchronizer key tertekan turun oleh oleh sleeve pada tonjolan key bagian atas. Karena key turun maka key tidak sanggup lagi menekan cone. Dengan demikian canfer sleeve hub dapat masuk dengan mudah pada camfer sleeve sycronizer cone, selanjutnya putaran dari main gear dapat diteruskan ke main shaft.

CARA KERJA CVT

Diposting oleh king the world

CARA KERJA CVT

CONTINOUS VARIOUS TRANSMISI. transmisi dengan perbandingan gigi yang sangat bervariasi.
orang lebih senang menyebutnya transmisi otomatic.

KOMPONEN CVT




KEUNTUNGAN SISTEM CVT
  1. Memberikan perubahan kecepatan dan perubahan torsi dari mesin ke roda belakang secara otomatis
  2. Perbandingan rasio gigi yang sangat tepat tanpa harus memindahan gigi
  3. Tidak akan terjadi hentakan saat perpindahan didi
  4. Perpindahan kecepatan yang sangat lembut

KERUGIAN CVT
  1. Untuk start pertama dibutuhkan putaran yang tinggi
  2. Pembukaan gas cenderung besar, karena dibutuhkan putaran tinggi untuk bisa berjalan dan berpidah rasio
  3. Penggunaan bensin lebih boros
  4. Karena lebih banyak bekerja pada putaran tinggi dimungkinkan mesin lebih cepat rusak jika tidak mendapatkan perawatan yang lebih
  5. Pada saat jalan menurun, engine brake yang terjadi sangat kecil, sehingga cenderung mengerem dan rem akan terbakar
  6. Karena kecilnya engine breke ini akan menimbulkan motor sulit dikendalikan saat jalan menurun. untuk itu tidak disarankan menggunakan motor matic di kondisi jalan menanjak dan menurun bagi yang belum berpengalaman.

CARA KERJA DARI CVT



SAAT PUTARAN LANGSAM
Saat putaran langsam kopling sentrifugal pada pulley sekunder belum berhubungan, sehingga putaran dari pulley primer belum dapat diteruskan ke roda belakang.



SAAT PUTARAN MULAI JALAN
Saat mulai berjalan kompling sentrifugal pada pulley sekunder mulai terhubung dan memutar roda belakang




SAAT PUTARAN MENENGAH
saat putaran menengah besar pulley sekunder dan primer relatif sama, sehingga membuat perbandingan gigi yang sesuai



SAAT PUTARAN TINGGI
Saat putaran tinggi, pulley primer membesar, karena putaran mesin meninggi, oleh karena pulley primer membesar belt lebih banyak tertari ke depan, sehingga pulley sekunder mengecil. perbandingan putaran akan berubah lagi.


SAAT RODA BEBAN BERAT / MENANJAK
Pada saat menanjak, atau beban berat, roda belakang agak tertahan, oleh karena beban sehingga pulley sekunder membesar dan pulley primer mengecil.


Sedikit, semoga bisa memberi informasi.

SYARAT SISTEM PENGAPIAN

Diposting oleh king the world

Syarat Sistem Pengapian

Sistem pengapian pada motor bensin berfungsi mengatur proses
pembakaran campuran bensin dan udara di dalam silinder sesuai waktu
yang sudah ditentukan yaitu pada akhir langkah kompresi. Permulaan
pembakaran diperlukan karena, pada motor bensin pembakaran tidak
bisa terjadi dengan sendirinya. Pembakaran campuran bensin-udara
yang dikompresikan terjadi di dalam silinder setelah busi memercikkan
bunga api, sehingga diperoleh tenaga akibat pemuaian gas (eksplosif)
hasil pembakaran, mendorong piston ke TMB menjadi langkah usaha.
Agar busi dapat memercikkan bunga api, maka diperlukan suatu sistem
yang bekerja secara akurat. Sistem pengapian terdiri dari berbagai
komponen, yang bekerja bersama-sama dalam waktu yang sangat cepat dan singkat

Sistem pengapian memiliki 3 syarat, yaitu :

1. Api yang dihasilkan harus kuat
2. Api yang dihasilkan harus tepat
3. Sistem pengapian harus kuat dan tahan lama

API YANG DIHASILKAN HARUS KUAT

Pada saat sistem pengapian bekerja, yaitu pada saat langkah kompresi, maka suhu dan tekanan di dalam ruang bakar tinggi, sehingga tahanannya menjadi besar.
api yang memercik di busi harus mampu melawan tahanan yang besar agar dapat meloncat dan membakar campuran udara dan bahan bakar.

kekuatan api yang dihasilkan tergantung pada "
Komponen-komponen sistem pengapian, misalnya coil, platina/cdi, sumber tegangan (accu/spull pengapian)

Ketepatan pengapian sangat dipengaruhi oleh penyetelan saat pengapian, nantinya ada 2 macam, yaitu secara elektronik dan secara mekanik

sistem pengapian harus tahan lama karena digunakan secara terus menerus dalam jangka waktu yang lama.

Pengapian Platina

Diposting oleh king the world

sengaja saya tampilkan gambar2 platina supaya saya tidak lupa cara pemakaian dan bagaimana cara melepasnya dan juga bagaimana posisi yg tepat dalam pemasangannya..

Image and video hosting by TinyPic
ini adalah rangkaian platina yg sudah komplit,pada piringan platina terdapat tanda lingkaran pd kanan atas,biasanya disamakan dengan garis yg ada pada mangkok platina,tetapi kadang kurang pas dan mesti geser sedikit demi sedikit akhirnya sampai pada posisi ini,dan pelatuknya juga harus distel kerenggannya,cara mudahnya ya hidupkan saja motornya, lansamkan dengan gas sedang, lalu geser2 pelatuknya keatas dan kebawah perlahan, nanti lansam motor akan berubah sendiri,semakin tinggi lansam motor semakin enak power motor tersebut,sebaliknya bila makin berat lansamnya maka geser lg sampai dapat lansam tertinggi,,

Image and video hosting by TinyPic
ini adalah gambar tanpa piringan platina.

Image and video hosting by TinyPic
untuk mencopot bos yg saya pegang ini, anda harus merenggangkan per pada kedua sisi baru bisa dikeluarkan...

Image and video hosting by TinyPic
ini adalah gambar dimana semua piranti platina sudah dicopot, dan jangan lupa terdapat sebuah spi kecil dibagian dalam, sebaiknya dicopot saja kalau mau ganti model pengapian, karena kalau sewaktu2 ingin kembali keplatina tidak bingung mencari spi tersebut...

SISTEM PENGISIAN PADA SEPEDA MOTOR

Diposting oleh king the world

SISTEM PENGISIAN PADA SEPEDA MOTOR

Beberapa hari yang lalu ada sobat yang bertanya, bagaimana sistem pengisian pada sepeda motor. pada dasarnya adalah sama. berikut pembahasannya :



gambar di atas adalah posisi soket dari regulator.

Perbedaan yang mendasar dari system pengisian yang menggunakan regulator pada sepeda motor Yamaha, Suzuki, dan Honda, adalah pada letak terminalnya.
Regulator ketiga jenis sepeda motor ini bisa masuk ke soket yang ada di sepeda motor, tetapi regulator tidak akan bekerja, karena terminalnya salah.
Berikut ini table perbedaannya :



JENIS MOTORSOKET NO 1SOKET NO 2SOKET NO 3SOKET NO 4
HONDAKUNING (ke lampu)MERAH (ke batteray)HIJAU (massa)PUTIH (dari spull pengisian)
SUZUKIPUTIH/MERAH (dari spull pengisian)HITAM/PUTIH (massa)MERAH (ke batteray)KUNING/PUTIH (ke lampu)
YAMAHAKUNING (ke lampu)HITAM (massa)MERAH (ke batteray)PUTIH (dari spull pengisian)

Secara rangkaian system pengisian ketiga motor itu masih sama, hanya warna kabel dan posisi soket sja yang membedakannya.

You might also like:
Li

EFI

Diposting oleh king the world

EFI ( ELECTRONIC FUEL INJECTION )



Mesin dengan karburator konvensional,jumlah bahan bakar yang diperlukan oleh mesin diatur oleh karburator.Pada mesin modern dengan menggunakan sistem EFI maka jumlah bahan bakar di atur (dikontrol)lebih akurat oleh komputer dengan mengirimkan bahan bakarnya kesilinder melalui injktor.

Sistem EFI menentukan jumlah bahan bakar yang optimal(tepat)disesuaikan dengan jumlah dan temperatur udara yang masuk,kecepatan mesin,temperatur air pendingin,posisi katup throttle pengembunan oxygen di dalam exhaust pipe,dan kondisi penting lainnya.Komputer EFI mengatur jumlah bahan bakar untuk dikirim ke mesin pada saat penginjeksian dengan perbandingan udara dan bahan bakar yang optimal berdasarkan kepada karakteristik kerja mesin.Sistem EFI menjamin perbandingan udara dan bahan bakar yang ideal dan efisiensi bahan bakar yang tinggi pada setiap saat.

  • MACAM MACAM SISTEM EFI

Sistem EFI dirancang untuk mengukur jumlah udara yang dihisap dan untuk megontrol penginjeksian baan bakar yang sesuai. Besarnya udara yang dihisap siukur langsung dengan tekanan udara dalam intake manifold (D-EFI sistem) atau dengan airflow meter pada sistem L-EFI

1) Sistem D-EFI (Manifold Pressure Control Type)

Sistem D-EFI Mengukur Tekanan udara dalam intake manifold dan kemudian melakukan perhitungan umlah udara yang masuk.Tetapi karena tekanan udara dan jumlah dalam intake manifold tidak dalam konvensi yang tepat,sistem D-EFI tidak begitu akurat dibandingkan dengan sistem L-EFI.

2) Sistem L-EFI

Dalam Sistem L-EFI, airflow meter langsung mengukur jumlah udara yang mengalir melalui intake manifold. Airflow meter mengukur jumlah udara dengan sangat akurat, aiatem L-EFI dapat mengontrol penginjeksian bahan bakar lebih tepat dibandingkan sistem D-EFI.

3) SUSUSNAN DASAR SISTEM EFI

Sistem EFI dapat dibagi menjadi 3 sistem fungsional yaitu: sistem bahan bakar(fuel system), sistem induksi udara( air induction system), dan sistem pengontrol elektronik (electronic control system). Sistem EFI terdiri dari sistem injeksi bahan bakar(fuel injection system) dan sistem koreksi injekdi ( injection corrective system).

  • SISTEM BAHAN BAKAR

Bahan bakar dihisap dari tangki oleh pompa bahan bakar yang dikirim dengan tekanan ke saringan bahan bakar yang tela disaring dikirim ke injektor dan cold starter injetor.

Tekanan dalam saluran bahan bakar(fuel line)dikontrol oleh preassure regulator.kelebihan bahan bakar dialirkan kembali ketangki melalui return line.getaran pada baan bakar yang disebabkan oleh adanya penginjeksian diredam oleh pulsation damper.

Bahan bakar diinjeksikan oleh injektor kedalam intake manifold sesuai dengan injection signal dari EFI komputer.Cold star injector menginjeksikan bahan bakar langsung ke air intake chamber saat cuaca dingin sehingga mesin dapat dihidupkan dengan mudah.

  • SISTEM INDUKSI UDARA(AIR INDUCTION SISTEM)

Udara bersih dari saringan udara (air cleaner)masuk ke airflow meter dengan membuka measuring plate,besarnya pembukaan ini tergantung pada kecepatan aliran udara yang masuk ke intake chamber.besarnya udara yang masuk kintake chamber ditentukan oleh lebarnya katup throttle terbuka.Aliran udara masuk ke intake manifold kemudian keruang bakar(combustion chamber)bila mesin dalam keadaan dingin,air valve megalirkan udara langsung keintake camber dengan membypass throttle.Air valve mengirimkan udara secukupnya keintake chamber untuk menambah putaran sampai fast idle,tanpa memperhatikan apakah throttle dalam keadaan membuka atau tertutup.Jumlah udara yang masuk dideteksi oleh airflow meter (L-EFI) atau dengan manifold preassure sensor(D-EFI)

  • SISTEM PENGONTROL ELEKTRONIK (ELECTRONIC CONTROL SYSTEM)

Sistem Pengontrol Elektronik ( Electronic Control System) termask sensor- sensor ( untuk mendeteksi kondisi kerja mesin) dan komputr yang menentukan ketetapan jumlah penginjeksian bahan bakar sesuai dengan signal yang diterima dari sensor-sensor.

Sensor-sensor ini mengukur jumlah udara yang dihisap, beban mesin, temperatur air pendingin, tempertaur udara, saat akselerasi atau deselerasi kemudain mengirim signal ke komputer. Komputer menghitung dengan tepat jumla penginjeksian bahan bakar atas dasar signal tadi, dan mengirimkan signal penginjeksian yang diperlukan ke injektor-injektor..

Electronikc injektion System pada beberapa mesin dilengkapi dengan tahanan (resistor) dalam injektion sircuitnya untuk mencegah terjadinyapanas dan menstabilkan kerjanya injektor.

Colt star injektor bekerja ketika mesin di star pada saat dingin dan lamanya dikontrol oleh timer switch.Pada sircuit komputer pada system EFI dilengkapi dengan maen relay untuk mencegah turunnya tegangan.Sistem pompa bahan bakar pada sistem EFI juga dilengkapi dengan relay. Relay ini ahkan bekerja ketika mesin berputer dan mematikan pompa pada saat mesin mati.


Komponen-komponen dasar EFI
Setiap jenis atau model sepedamotor mempunyai desain masing-masing namun secara garis besar terdapat komponen-komponen berikut.

1. ECU – Electrical Control Unit
Pusat pengolah data kondisi penggunaan mesin, mendapat masukkan/input dari sensor-sensor mengolahnya kemudian memberi keluaran/output untuk saat dan jumlah injeksi, saat pengapian.

2. Fuel Pump
Menghasilkan tekanan BBM yang siap diinjeksikan.

3. Pressure Regulator
Mengatur kondisi tekanan BBM selalu tetap (55~60psi).

4. Temperature Sensor
Memberi masukan ke ECU kondisi suhu mesin, kondisi mesin dingin membutuhkan BBM lebih banyak.

5. Inlet Air Temperature Sensor
Memberi masukan ke ECU kondisi suhu udara yang akan masuk ke mesin, udara dingin O2 lebih padat, membutuhkan BBM lebih banyak.

6. Inlet Air Pressure Sensor
Memberi masukan ke ECU kondisi tekanan udara yang akan masuk ke mesin, udara bertekanan (pada tipe sepedamotor ini hulu saluran masuk ada diantara dua lampu depan) O2 lebih padat, membutuhkan BBM lebih banyak.
Atmospheric Pressure Sensor memberi masukan ke ECU kondisi tekanan udara lingkungan sekitar sepedamotor, pada dataran rendah (pantai) O2 lebih padat, membutuhkan BBM lebih banyak.

7. Crankshaft Sensor
Memberi masukan ke ECU posisi dan kecepatan putaran mesin, putaran tinggi membutuhkan buka INJECTOR yang lebih cepat.

8. Camshaft Sensor
Memberi masukan ke ECU posisi langkah mesin, hanya langkah hisap yang membutuhkan buka INJECTOR.

9. Throttle Sensor
Memberi masukan ke ECU posisi dan besarnya bukaan aliran udara, bukaan besar membutuhkan buka INJECTOR yang lebih lama.

10. Fuel Injector / Injector
Gerbang akhir dari BBM yang bertekanan, fungsi utama menyemprotkan BBM ke dalam mesin, membuka dan menutup berdasarkan perintah dari ECU.

11. Speed Sensor
Memberi masukan ke ECU kondisi kecepatan sepedamotor, memainkan gas di lampu merah dibanding kecepatan 90km/jam, buka INJECTOR berbeda.

12. Vehicle-down Sensor
Memberi masukan ke ECU kondisi sepedamotor, jika motor terjatuh dengan kondisi mesin hidup maka ECU akan menghentikan kerja FUEL PUMP, IGNITION, INJECTOR, untuk keamanan dan keselamatan.

sistem efi

Diposting oleh king the world

SISTEM MPI/EFI (Electric Fuel Injection)

Mesin dengan karburator konvensional, jumlah bahan bakar yang diperlukan oleh mesin diatur oleh karburator. Pada mesin modern dengan menggunakan sistem EFI maka jumlah bahan bakar diatur (dikontrol) lebih akurat oleh komputer dengan mengirimkan bahan bakarnya ke cylinder melalui injektor. Sistem EFI menentukan jumlah bahan bakar yang optimal (tepat) disesuaikan dengan jumlah dan temperature udara yang masuk, kecepatan mesin, temperatur air pendingin, posisi katup throttle, pengembunan oxygen di dalam exhaust pipe, dan kondisi penting lainnya. Komputer EFI mengatur jumlah bahan bakar untuk dikirim ke mesin pada saat penginjeksian dengan perbandingan udara dan bahan bakar yang optimal berdasarkan kepada karakteristik kerja mesin. Sistem EFI menjamin perbandingan udara dan bahan bakar yang ideal dan efisiensi bahan bakar yang tinggi pada setiap saat.

Sensor adalah: suatu komponen yang mendeteksi nilai-nilai fisik menjadi nilai listrik sehingga ECU menerima nilai tersebut sebagai data masukan.

ECU (Engine Control Unit) yaitu unit pengendali kerja mesin yang bekerja berdasarkan input dari sensor dan mengeluarkan sinyal output ke actuator

ACTUATOR adalah: suatu komponen yang bekerja berdasarkan sinyal yang di keluarkan oleh ECU

SISTEM KONTROL PADA MPI

FUNGSI SENSOR :

Air Flow Sensor : menyensor jumlah udara yang masuk.

Intake Air Temperature Sensor : menyensor temperatur udara yang masuk.

Barometric Pressure Sensor : menyensor tekanan udara.

Coolant Temperature Sensor : menyensor temperature air pendingin.

Detonation Sensor : mendeteksi getaran yang terjadi di blok

Throttle Position Sensor : menyensor membukanya throttle valve.

Idle Position Sensor : menyensor kerja accel pedal kerja/tidak.

Top Dead Center Sensor : menyensor silinder no.1 dan no. 4 dalam keadaan top kompresi

Crank Angle Sensor : menyensor crank angle di setiap silider.

Variable Resistor : menyetel campuran idle secara manual.

Oksigen Sensor : Feedback control saat idling.

Vehicle Speed Sensor : menyensor kecepatan kendaraan.

AC Switch : menyensor kerja AC kompresor.

Vacuum Sensor (Pressure Sensor) : menerima perubahan tekanan pada intake manifold

Inhibitor Switch (AT) : sebagai pengaman pada saat engine start.

Power Steering Oil Pressure Switch : menyensor beban power steering.

Electric Load Switch : menyensor pemakaian beban listrik.

1. AIR FLOW SENSOR

Fungsi: Mengukur volume udara masuk dan di pasang di aliran (jalan) udara masuk. ECU menggunakan signal intake air dan signal engine speed untuk menghitung dan menentukan basic injector drive time.

jenis:

  1. Ultrasonic Wave Type
  2. Pressure Type
  3. Hot wire type
  4. μ-AFS ( Micro-Air flow sensor )

CARA KERJA

1. Ultrasonic Type

KETERANGAN

  1. Amplifier berfungsi untuk membangkitkan gelombang ultrasonic dan di perkuat supaya bisa dikirimkan dari transmitter ke receiver.
  2. Transmitter berfungsi untuk mengirimkan gelombang ultrasonik
  3. Receiver berfungsi menerima gelombang ultrasonik
  4. Modulator berfungsi untuk merubah gelombang ultrasonic menjadi pulsa listrik (digital)
  5. Rectifier berfungsi membagi dan menyearahkan aliran udara yang masuk.
  6. VertecsGen. Column berfungsi untuk membuat pusaran udara yang masuk

2. Pressure Type

3. Hot Wire Type

4. μ-AFS (Micro Air Flow Sensor)

2. INTAKE AIR TEMPERATURE SENSOR

Fungsi : mengukur temperature udara yang masuk dengan menggunakan thermistor.

3. BAROMETRIC PRESSURE SENSOR

Fungsi : mengukur tekanan udara (ketinggian suatu tempat) dengan menggunakan semikonduktor.

4. COOLANT TEMPERATURE SENSOR

Fungsi : mengukur temperature pendingin engine dengan menggunakan thermistor.

5. DETONATION SENSOR

Fungsi : mendeteksi getaran pada cylinder block untuk mencegah terjadinya knocking dengan menggunakan piezoelectric

6. TDC DAN CRANK ANGLE SENSOR

Fungsi TDC (Top Death Center) Sensor : mendeteksi langkah kompresi tiap silinder.

Fungsi Crank Angle Sensor : mendeteksi sudut putaran tiap silinder.

7. VARIABEL RESISTOR

Fungsi : mengatur idle mixture secara manual dengan merubah tegangan masuk ke ECU

8. OXIGEN SENSOR

Fungsi : sebagai feedback control pada saat engine idle.

Feedback tidak bekerja pada saat :

  1. Pada saat start (cranking)
  2. Warm up (coolant < 45 o C)
  3. Acceleration & Deceleration
  4. High Load Operation
  5. Oksigen sensor rusak

9. VEHICLE SPEED SENSOR

Fungsi : mendeteksi kecepatan kendaraan dengan menggunakan reed switch.

10. AC SWITCH

Fungsi : untuk mengetahui bekerjanya AC system.

11. VACUUM SENSOR (PRESSURE SENSOR)

Fungsi : menerima perubahan tekanan pada intake manifold ke dalam bentuk tegangan.

12. INHIBITORS SWITCH

Fungsi : sebagai pengaman pada saat engine start.

13. POWER STEERING FLUIDE PRESURE SWITCH

Fungsi : menyensor beban power steering.

14. ELECTRIC LOAD SWITCH

Fungsi : menyensor pemakaian beban listrik.