.breadcrumbs { padding:5px 5px 5px 0px; margin: 0px 0px 15px 0px; font-size:95%; line-height: 1.4em; border-bottom:3px double #e6e4e3; }
YOU'LL NEVER WALK ALONE السلام عليكم ورحمة الله وبركته . . . ؟

WWW.DAYSCO.BLOGSPOT.COM

السلام عليكم ورحمة الله وبركته . . . ؟

sistem efi

Diposting oleh king the world Senin, 04 April 2011

SISTEM MPI/EFI (Electric Fuel Injection)

Mesin dengan karburator konvensional, jumlah bahan bakar yang diperlukan oleh mesin diatur oleh karburator. Pada mesin modern dengan menggunakan sistem EFI maka jumlah bahan bakar diatur (dikontrol) lebih akurat oleh komputer dengan mengirimkan bahan bakarnya ke cylinder melalui injektor. Sistem EFI menentukan jumlah bahan bakar yang optimal (tepat) disesuaikan dengan jumlah dan temperature udara yang masuk, kecepatan mesin, temperatur air pendingin, posisi katup throttle, pengembunan oxygen di dalam exhaust pipe, dan kondisi penting lainnya. Komputer EFI mengatur jumlah bahan bakar untuk dikirim ke mesin pada saat penginjeksian dengan perbandingan udara dan bahan bakar yang optimal berdasarkan kepada karakteristik kerja mesin. Sistem EFI menjamin perbandingan udara dan bahan bakar yang ideal dan efisiensi bahan bakar yang tinggi pada setiap saat.

Sensor adalah: suatu komponen yang mendeteksi nilai-nilai fisik menjadi nilai listrik sehingga ECU menerima nilai tersebut sebagai data masukan.

ECU (Engine Control Unit) yaitu unit pengendali kerja mesin yang bekerja berdasarkan input dari sensor dan mengeluarkan sinyal output ke actuator

ACTUATOR adalah: suatu komponen yang bekerja berdasarkan sinyal yang di keluarkan oleh ECU

SISTEM KONTROL PADA MPI

FUNGSI SENSOR :

Air Flow Sensor : menyensor jumlah udara yang masuk.

Intake Air Temperature Sensor : menyensor temperatur udara yang masuk.

Barometric Pressure Sensor : menyensor tekanan udara.

Coolant Temperature Sensor : menyensor temperature air pendingin.

Detonation Sensor : mendeteksi getaran yang terjadi di blok

Throttle Position Sensor : menyensor membukanya throttle valve.

Idle Position Sensor : menyensor kerja accel pedal kerja/tidak.

Top Dead Center Sensor : menyensor silinder no.1 dan no. 4 dalam keadaan top kompresi

Crank Angle Sensor : menyensor crank angle di setiap silider.

Variable Resistor : menyetel campuran idle secara manual.

Oksigen Sensor : Feedback control saat idling.

Vehicle Speed Sensor : menyensor kecepatan kendaraan.

AC Switch : menyensor kerja AC kompresor.

Vacuum Sensor (Pressure Sensor) : menerima perubahan tekanan pada intake manifold

Inhibitor Switch (AT) : sebagai pengaman pada saat engine start.

Power Steering Oil Pressure Switch : menyensor beban power steering.

Electric Load Switch : menyensor pemakaian beban listrik.

1. AIR FLOW SENSOR

Fungsi: Mengukur volume udara masuk dan di pasang di aliran (jalan) udara masuk. ECU menggunakan signal intake air dan signal engine speed untuk menghitung dan menentukan basic injector drive time.

jenis:

  1. Ultrasonic Wave Type
  2. Pressure Type
  3. Hot wire type
  4. μ-AFS ( Micro-Air flow sensor )

CARA KERJA

1. Ultrasonic Type

KETERANGAN

  1. Amplifier berfungsi untuk membangkitkan gelombang ultrasonic dan di perkuat supaya bisa dikirimkan dari transmitter ke receiver.
  2. Transmitter berfungsi untuk mengirimkan gelombang ultrasonik
  3. Receiver berfungsi menerima gelombang ultrasonik
  4. Modulator berfungsi untuk merubah gelombang ultrasonic menjadi pulsa listrik (digital)
  5. Rectifier berfungsi membagi dan menyearahkan aliran udara yang masuk.
  6. VertecsGen. Column berfungsi untuk membuat pusaran udara yang masuk

2. Pressure Type

3. Hot Wire Type

4. μ-AFS (Micro Air Flow Sensor)

2. INTAKE AIR TEMPERATURE SENSOR

Fungsi : mengukur temperature udara yang masuk dengan menggunakan thermistor.

3. BAROMETRIC PRESSURE SENSOR

Fungsi : mengukur tekanan udara (ketinggian suatu tempat) dengan menggunakan semikonduktor.

4. COOLANT TEMPERATURE SENSOR

Fungsi : mengukur temperature pendingin engine dengan menggunakan thermistor.

5. DETONATION SENSOR

Fungsi : mendeteksi getaran pada cylinder block untuk mencegah terjadinya knocking dengan menggunakan piezoelectric

6. TDC DAN CRANK ANGLE SENSOR

Fungsi TDC (Top Death Center) Sensor : mendeteksi langkah kompresi tiap silinder.

Fungsi Crank Angle Sensor : mendeteksi sudut putaran tiap silinder.

7. VARIABEL RESISTOR

Fungsi : mengatur idle mixture secara manual dengan merubah tegangan masuk ke ECU

8. OXIGEN SENSOR

Fungsi : sebagai feedback control pada saat engine idle.

Feedback tidak bekerja pada saat :

  1. Pada saat start (cranking)
  2. Warm up (coolant < 45 o C)
  3. Acceleration & Deceleration
  4. High Load Operation
  5. Oksigen sensor rusak

9. VEHICLE SPEED SENSOR

Fungsi : mendeteksi kecepatan kendaraan dengan menggunakan reed switch.

10. AC SWITCH

Fungsi : untuk mengetahui bekerjanya AC system.

11. VACUUM SENSOR (PRESSURE SENSOR)

Fungsi : menerima perubahan tekanan pada intake manifold ke dalam bentuk tegangan.

12. INHIBITORS SWITCH

Fungsi : sebagai pengaman pada saat engine start.

13. POWER STEERING FLUIDE PRESURE SWITCH

Fungsi : menyensor beban power steering.

14. ELECTRIC LOAD SWITCH

Fungsi : menyensor pemakaian beban listrik.

Posting Komentar