Kunci pertama adalah kerja keras dan militansi. Ingat-ingatlah bahwa tim yang skillful bisa kalah oleh tim yang ngoyo. Sebaliknya, tim yang diatas kertas dinyatakan lebih unggul bisa kalah jika ia bermain tanpa daya juang. Kunci kedua: tidak ada prestasi tanpa berlatih. Practice makes perfect! Itulah mengapa tim-tim besar yang sudah kesohor sekalipun masih saja terus berlatih. Meski pemain-pemainnya sudah hebat kemampuannya, terus berlatih adalah hal mutlak yang tidak bisa ditinggalkan. Itu pulalah yang menjadi alasan mengapa pemain profesional yang sering mangkir latihan pasti tidak akan dimasukkan dalam squad inti sebuah tim.
Kunci ketiga: percayalah kepada diri sendiri (self confidence). Percayalah, kemampuan dan keterampilan akan berkurang dan bahkan hilang ketika kepercayaan diri telah hilang. Sebaliknya, performa akan memuncak ketika kepercayaan diri juga memuncak. Kunci keempat, disamping kita percaya kepada diri sendiri, kita juga harus memberikan kepercayaan kepada teman-teman kita. Jangan pernah bersikap pilih kasih. Kelima, Anda harus bekerjasama dan tidak boleh egois. Sepakbola adalah olahraga tim. Kekuatannya akan hilang jika orang-orang yang ada dalam tim bermain sendiri-sendiri, meski bersama-sama.
Mengumpan dan menerima bola : yang terpenting dari sepakbola. Siapa tidak bisa passing, ia tidak bisa bermain sepakbola. Mengapa umpan? Karena mengumpan lebih efisien daripada menggiring. Camkan pula bahwa pembawa bola yang baik selalu mengumpan bola sebelum ia ‘habis’. Jadi jangan kalau sudah ‘habis’ baru mengumpankan bolanya. Sebab jika demikian, bolanya pasti bola yang ‘tidak enak’.
Beberapa kesalahan dalam mengumpan: 1.Laju bola tidak sesuai dengan jarak passing (terlalu keras atau terlalu lembek). Jika terlalu keras, bola tak terjangkau teman. Jika terlalu lembek, bola terpotong lawan. 2.Umpan tidak akurat. 3.Mengumpan padahal waktunya menembak
Jangan pernah asal tendang bola (kecuali dalam keadaan genting didepan gawang : sapu bersih). Lihat situasi lalu ambil keputusan yang terbaik. Soal visi, posisikan diri selalu memiliki pandangan terbuka pada lapangan (open to the field).
Mengumpan tidak harus pas ke orangnya. Contoh : 1.Jika teman kita sedang berlari, kita memberinya umpan pada ruang kosong didepannya. 2.Jika kita ingin teman kita merangsek ke depan dalam waktu yang lebih cepat, kita memberinya umpan pada ruang kosong didepannya sehingga ia berlari kedepan untuk mengejar bola tersebut. 3.Umpan terobosan.
Menerima bola tidak selalu harus menghentikannya: 1.Bisa langsung diarahkan pada teman. 2.Diarahkan ke arah kita akan berlari membawa bola (sehigga lebih hemat waktu). 3.Diarahkan ke arah kosong menjauh dari lawan terdekat (untuk mengurangi pressing pada diri kita)
Beberapa macam passing: umpan 1-2 (wall pass), umpan terobosan (through pass), umpan silang (crossing), dan umpan diagonal.
Satu strategi bermain sepakbola yang telah disepakati oleh pakar sepakbola adalah prinsip buka tutup. Prinsip ini mengatakan bahwa jika tim menguasai bola maka tim harus meregang (membuka) dengan memanfaatkan lebar dan panjang lapangan, sebaliknya jika tim sedang kehilangan bola maka tim harus merapat (menutup) membentuk satu formasi yang compact (padat).
Mengapa tim ketika sedang menguasai bola harus meregang? Jawabannya sederhana saja: agar tim memiliki ruang yang lebih luas untuk mempermudah penguasaan bola dan mengurangi pressing tim lawan. Lalu mengapa tim harus merapat (compact) ketika sedang kehilangan bola? Jawabannya juga sederhana: agar pressing terhadap bola bisa dilakukan secara lebih kuat, agar bola sulit mendapatkan celah untuk dialirkan ke arah gawang kita, dan supaya lawan kesulitan melakukan kombinasi-kombinasi terhadap bola.
Perpindahan dari keadaan membuka ke keadaan menutup dan demikian pula sebaliknya disebut sebagai transisi. Jika tim kita menguasai bola lalu tiba-tiba kehilangan bola maka seluruh pemain harus menutup (merapat). Merapat kemana? Acuannya adalah bola. Merapatnya adalah merapat ke arah bola. Adapun jika tim kita awalnya kehilangan bola yang dengan demikian dalam keadaan menutup lalu tiba-tiba memegang bola maka seketika itu pula para pemain harus membuka. Mudah kan? Memang mudah asalkan semua pemain memahaminya. Satu pemain saja tidak paham atau tidak disiplin dengan prinsip ini, sudah pasti strategi ini tidak akan berjalan. Jadi, sepakbola memang betul-betul membutuhkan kekompakan!






