.breadcrumbs { padding:5px 5px 5px 0px; margin: 0px 0px 15px 0px; font-size:95%; line-height: 1.4em; border-bottom:3px double #e6e4e3; }
YOU'LL NEVER WALK ALONE السلام عليكم ورحمة الله وبركته . . . ؟

WWW.DAYSCO.BLOGSPOT.COM

السلام عليكم ورحمة الله وبركته . . . ؟
Tampilkan postingan dengan label soccer/ sepak bola. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label soccer/ sepak bola. Tampilkan semua postingan

Daftar Nama-Nama Klub Liga Primer Indonesia (LPI)

Diposting oleh king the world Minggu, 24 April 2011



Liga%2BPrimer%2BIndonesia Daftar Nama Nama Klub Liga Primer  Indonesia (LPI)

Liga Primer Indonesia (LPI) yang rencananya akan dihelat pada Sabtu (8/1/2011) di ikuti oleh 19 klub Indonesia. Diantara 19 klub tersebut memang ada yang awalnya berlaga di Liga Super Indonesia yang dibuat oleh PSSI dan berpaling ke LPI. Hal tersebut juga yang belakangan ini menjadi kontroversi di kalangan masyarakat. Pihak PSSI yang menganggap LPI adalah kompetisi bola ilegal sempat mengeluarkan kecaman, kepada para pemain yang akan berlaga di LPI tidak akan bisa masuk timnas Indonesia. Sampai saat izin tanding Liga Primer Indonesia belum juga turun.

Kabarnya ada 12 klub dari 19 klub yang akan berlaga di LPI yang akan di tangani oleh pelatih asing. LPI yang diharapkan bisa menumbuhkan bakat-bakat lokal masih jauh dari harapan, karena sebagian besar klub didalamnya masih dilatih oleh pelatih manca negara.

Berikut adalah daftar klub-klub yang ikut serta dalam kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI) beserta pelatihnya :

1. Aceh United
Pelatih: Lionel Charbonnier (Perancis)

2. Bali De Vata
Pelatih: Willy Scheepers (Belanda)

3. Bandung FC
Pelatih: Nandar Iskandar (Indonesia)

4. Batavia Union
Pelatih: Roberto Bianchi (Brasil)

5. Bogor Raya
Pelatih:
John Arwandi (Indonesia)

6. Cendrawasih Papua
Pelatih: Uwe Erkebrecher (Jerman)

7. Jakarta 1928
Pelatih:
Bambang Nurdiansyah (Indonesia)

8. Kabau Padang
Pelatih: Divaldo Alves (Portugal)

9. Ksatria XI Solo FC
Pelatih: Branko Babic (Serbia)

10. Makassar City

Pelatih: Michael Feichtenbeiner (Jerman)

11. Manado United
Pelatih: Muhammad Al-Hadad (Indonesia)

12. Medan Bintang
Pelatih: Rene Van Eck (Belanda)

13. Medan Chiefs

Pelatih: Joerg Steinebruner (Jerman)

14. Persebaya Surabaya
Pelatih: Aji Santoso (Indonesia)

15. Persema Malang
Pelatih: Timo Scheuneman (Jerman)

16. Persibo Bojonegoro
Pelatih: Sartono Anwar (Indonesia)

17. Real Mataram
Pelatih: Jose Basualdo (Argentina)

18. Semarang United FC
Pelatih: Edy Paryono (Indonesia)

19. Tangerang Wolves
Pelatih: Paulo Camargo (Brasil)

1. Aceh United

Persebakbolaan di Kota Banda Aceh kembali hidup dengan kehadiran Aceh United sebagai salah satu peserta Liga Primer Indonesia. Banda Aceh memiliki potensi besar karena banyak tersedia bakat-bakat pemain muda dan suporter sepakbola yang aktif. Adalah Aceh United yang akan menampung bakat-bakat pemain muda Banda Aceh untuk berprestasi dan memberikan tontonan menghibur kepada para suporter.

Stadion : Harapan Bangsa, Banda Aceh (kapasitas 40.000)

Pelatih : Lionel Charbonnier (Perancis)

Mantan kiper ketiga timnas Prancis di Piala Dunia 1998 ini banting setir menjadi pelatih usai gantung sepatu. Saat menjadi direktur teknik federasi sepakbola Tahiti, Lionel Charbonnier mengantarkan timnas U-20 negara di kepulauan Karibia tersebut ke

Piala Dunia FIFA U-20 tahun 2009. Kini publik Indonesia akan menyaksikan langsung kehandalan pemain juara dunia ini menangani tim peserta LPI yang bermarkas di ujung paling barat nusantara, Aceh United.

2. Bali De Vata

Bali tercatat pernah memiliki tim-tim yang bermain di pentas sepak bola nasional, seperti pada era Liga Sepak Bola Utama (Galatama) tahun1980-an dan Liga Divisi Utama pada tahun 2000-an. Kini Liga Primer Indonesia (LPI) bertekad membawa semangat Bali dalam revolusi sepakbola nasional melalui klub Bali Dewata.

Stadion : Kapten i Wayan Dipta, Gianyar (kapasitas 25.000)

Pelatih : Willy Scheepers (Belanda)

Pelatih asal Belanda Willy Scheepers dipercaya menangani Bali De Vata. Sebelum mampir di kawasan wisata ternama dunia ini, Scheepers tercatat sebagai juru latih klub-klub Eropa, seperti FC Oberwinterthur, FC Kreuzlingen, dan APEP Pitsilia. Jabatan teknis terakhir yang dipegang Scheepers adalah menjadi direktur teknik di liga utama Siprus.

3. Bandung FC

Bandung selalu memiliki klub-klub yang berprestasi di kancah sepakbola nasional. Setelah Persib dan Maung Bandung Raya, kini muncul Bandung FC sebagai klub sepakbola baru di Bandung yang akan semakin mengharumkan nama kota kembang ini. Kekuatan klub muda ini langsung terlihat dalam Laga Pra Musim kompetisi dan memiliki harapan besar di arena Liga Primer Indonesia.

Stadion : Siliwangi, Bandung (kapasitas 25.000)

Pelatih : Nandar Iskandar

Nama Nandar Iskandar tidak bisa dipisahkan dari percaturan sepakbola Indonesia. Selain pernah menjadi pemain timnas di tahun 1970-an, Nandar yang identik dengan Persib Bandung ini juga sempat melatih timnas Indonesia pada 1999 hingga 2000. Sebagai pelatih, kiprah Nandar memang tak perlu diragukan. Bandung Raya, Persib Bandung, PKT Bontang, Perseden Denpasar, PSPS Pekanbaru, dan Persiba Bantul pernah merasakan tangan dinginnya.

4. Batavia Union

Mewakili kota Jakarta, Batavia Union merupakan klub baru dengan materi pemainpemain yang handal dan berpengalaman menggeluti liga nasional. Meski baru, klub ini telah memiliki basis suporter yang setia dan bersemangat. Klub ini juga merupakan salah satu klub yang bersinar pada Laga Pra Musim Kompetisi LPI.

Stadion : Tugu, Jakarta (Kapasitas 20.000)

Pelatih : Roberto Bianchi (Brasil)

Pelatih asal Brazil pemegang paspor Spanyol ini mengantongi sertifikat UEFA PRO pada tahun 2006. Pernah melatih Zamora FC, Roberto Bianchi juga lama berkecimpung di Ciuded de Muscia, Mato Grosso de Sul, Bullense, dan Beijing Guoan FC. Kini Beto melangkah bersama Batavia Union.

5. Bogor Raya

Klub yang dikenal dengan nama Laskar Kujang ini berisikan manajemen muda yang kreatif dan penuh semangat. Klub ini juga membuat kejutan dengan mendatangkan mantan pemain River Plate, Diego Bogado, gelandang sayap asal Argentina berusia 24 tahun. Bogor Raya optimis dapat mengubah persepakbolaan Indonesia melalui semangat generasi muda.

Stadion : Persikabo, Bogor (kapasitas 15.000) dan Pajajaran, Bogor (kapasitas 12.000)

Pelatih : John Arwandy

LPI menjadi pertanda dimulainya debut John Arwandi sebagai pelatih. Sebelumnya, John malang-melintang sebagai staf teknik di sejumlah klub Indonesia. Tercatat pernah menjadi pelatih fisik PS Semen Padang pada 2007, John kemudian dipercaya menjadi

asisten pelatih Persikabo Bogor tahun 2008-2009. Kini John bertugas memimpin Bogor Raya meraih sukses di LPI.

6. Cendrawasih Papua

Cendrawasih FC lahir dari klub Kontiki FC, yang merupakan binaan para mantan pemain Persipura yang tergabung dalam Asosiasi Mantan Pemain Persipura (AMPP). Papua sendiri dikenal sebagai ladang bakat-bakat muda pemain sepakbola Indonesia dan secara konsisten melahirkan pemain-pemain bintang.

Stadion : Mandala, Jayapura (kapasitas 30.000)

Pelatih : Uwe Erkebrecher (Jerman)

Pelatih asal Jerman ini pernah menangani klub Eropa seperti tim Jerman FC Koln Jugend, FC Carl Zeiss Jena, dan beberapa klub divisi II di Jerman. Dengan pengalaman melatihnya di berbagai klub, Uwe Erkebrecher ingin menjadi bagian dari perubahan sepak bola Indonesia dengan melatih tim Cendrawasih Papua.

7. Jakarta 1928

Jakarta 1928 merupakan salah satu klub yang unik di pentas Liga Primer Indonesia. Klub ini membawa semangat perubahan yang diusung Voetbalbond Indonesish Jakarta (VIJ), salah satu klub sepakbola yang menjadi bagian perjuangan di masa penjajahan dulu. Semangat yang sama selama ini bersemayam di klub Persija Jakarta.

Stadion : Lebak Bulus (Kapasitas 25.000)

Pelatih : Bambang Nurdiansyah

Inilah comeback Bambang Nurdiansyah di bangku pelatih setelah menangani klub-klub ternama Indonesia, seperti Pelita Krakatau Steel, PSIS Semarang, serta terakhir Arema Malang. Beberapa kali pula Bambang dipercaya menangani timnas yunior Indonesia di turnamen internasional, seperti Asian Games 2006. Pernah memperkuat timnas Indonesia sebagai pemain selama 11 tahun, Bambang kini menjadi arsitek utama Jakarta 1928.

8. Kabau Padang

Kabau Padang lahir dari inspirasi kemandirian yang telah dibangun oleh klub sepakbola mandiri Cement Padang. Melalui persiapan yang cenderung tertutup, Kabau Padang akan menyajikan gebrakan-gebrakan di dalam arena Liga Primer Indonesia.

Stadion : Agus Salim, Padang (kapasitas 28.000)

Pelatih : Divaldo Alves (Portugal)

Sebelum melatih Kabau Padang, Divaldo Alves berpengalaman menangani tim-tim di Thailand, Malaysia, dan Hong Kong. Bahkan tahun 2009 lalu Alves pernah melatih Persijap Jepara. Sebagai modal utama mengarungi kiprah kepelatihan di Indonesia, Alves membawa serta pengalaman mengikuti pendidikan fisik dan olahraga di Portugal dan memegang sertifikat pelatih UEFA A-Level.

9. Ksatria XI Solo FC

Kota Solo memiliki sejarah panjang dan membanggakan dalam persepakbolaan Indonesia. Klub asal kota Solo sempat menjuarai Galatama sebanyak 8 kali. Namun belakangan, nama Solo seakan tenggelam di pentas sepakbola nasional dan Jawa Tengah. Kini, Solo FC siap membawa Solo kembali berjaya di pentas nasional melalui Liga Primer Indonesia.

Stadion : Manahan, Solo (kapasitas 24.000)

10. Manado United

Manado United merupakan klub sepakbola yang sudah cukup lama berdiri di Manado. Masyarakat di Manado sendiri sangat menantikan kehadiran dan selalu mendukung klub sepakbola yang dapat berprestasi dari daerahnya. Fokus Manado United adalan

pengembangan pemain lokal. Diperkuat oleh mantan pemain-pemain Persma serta kehadiran marquee player Amaral, Manado United siap berprestasi pada musim kompetisi Liga Primer Indonesia pada tanggal 8 Januari 2011 nanti.

Stadion : Klabat, Manado (kapasitas 20.000)

Pelatih : Muhammad Al Hadad

Muhammad Al-Hadad sudah lama malang-melintang di persepakbolaan nasional. Tercatat Niac Mitra Surabaya pernah dibawanya menjuarai tiga kali Piala Galatama. Selanjutnya, Persijatim dan Persim Maros pernah merasakan kiprah kepelatihannya. Terakhir, Al Hadad menukangi Persita Tangerang tahun 2008 sebelum memutuskan untuk hijrah ke Manado United.

11. Medan Bintang

Sepakbola merupakan sebuah olahraga yang sangat digandrungi masyarakat Medan, dimana sejumlah klub-klub sepakbola sempat mengukir prestasi di kancah nasional dan internasional. Adalah Medan Bintang, klub baru yang mendapat dukungan sejumlah elemen, yang berambisi mengangkat dan membesarkan prestasi kota Medan.

Stadion : Teladan, Medan (kapasitas 20.000)

Pelatih : Michael Feichtenbeiner (Jerman)

Michael Feichtenbeiner pernah menjadi managing director Bundesliga divisi dua danpernah pula melatih klub Malaysia, Selangor MPPJ dan kini di Bintang Medan. Pelatihasal Jerman ini merupakan pemegang sertifikat pelatih UEFA Pro Coach Licence.

12. Medan Chiefs

Medan Chiefs lahir dari semangat klub sepakbola Pro Titan, yang memang sudah tidak lagi mengandalkan APBD. Pro Titan sudah lama bergelut di kancah sepakbola nasional sebagai klub yang mandiri. Semangat perjuangan klub sepakbola dari Medan tersebut akan berkembang melalui Medan Chiefs.

Stadion : Teladan, Medan (kapasitas 20.000)

Pelatih : Jorg Steinebruner (Jerman)

Sepakbola Asia bukan barang baru bagi Jorg Steinebruner. Pelatih asal Jerman ini berpengalaman melatih sejumlah klub Singapura, seperti Woodland Wellington, Sengkang Punggol, dan Etoile. Mulai tahun 2011 ini, Steinebruner “menyeberang” beradu taktik di persepakbolaan Indonesia bersama Medan Chiefs.

13. Persebaya

Persebaya memiliki sejarah panjang dalam persebakbolaan nasional Indonesia. Klub ini sempat meraih prestasi gemilang ketika klub-klub Perserikatan dan Galatama bersatu dalam Liga Indonesia (1994) dan meraih gelar juara pada tahun 1997 dan 2005. Kini, Persebaya membuka lembaran baru untuk menorah prestasi di Liga Primer Indonesia.

Stadion : Gelora 10 Nopember, Tambaksari, Surabaya (kapasitas 35.000)

Pelatih : Aji Santoso

Tidak ada yang menyangsikan kiprah Aji semasa masih bermain. Posisi bek sayap kiri timnas Indonesia adalah langganannya, begitu juga dengan ban kapten. Reputasi itu yang membuatnya pernah membela klub-klub papan atas tanah air, seperti Arema

Malang, Persebaya Surabaya, PSM Makassar, dan Persema Malang. Sejak 2009, Aji dipercaya menangani Persebaya hingga saat ini.

14. Persema

Persema memiliki visi untuk memajukan persebakbolaan Indonesia. Berkat visi tersebutlah, Persema memilih untuk bergabung dengan Liga Primer Indonesia. Saat ini Persema telah memiliki tim yang sangat tangguh dan memiliki peluang besar di kancah Liga Primer Indonesia.

Stadion : Gajayana, Malang (kapasitas 30.000)

Pelatih : Timo Scheuneman (Jerman)

Pelatih kelahiran Jerman yang fasih berbahasa Indonesia ini pernah bermain di klub college Amerika Serikat, Master Mustangs, dan pada 1997 menjadi pemain Persiba Balikpapan. Setelahnya, Indonesia seakan menjadi tanah air bagi Timo. Memegang lisensi kepelatihan UEFA A sejak 2007 lalu, Timo pernah dipercaya menangani timnas sepakbola putri Indonesia di SEA Games 2008 dan Persema sejak 2010 ini.

15. Persibo

Tim “Laskar Angling Dharma” berdiri pada 12 Maret 1949 dan merupakan juara Divisi Utama musim 2009-1010. Dengan prestasi tersebut, klub ini siap menoreh lembaran sejarah baru di Liga Primer Indonesia.

Stadion : Letjen Haji Sudirman, Bojonegoro (kapasitas 15.000)

Pelatih : Sartono Anwar

Sartono adalah sosok yang sudah lama dikenal pecinta sepakbola Indonesia. Salah satu pencapaian besar Sartono semasa bermain adalah ketika membawa PSIS Semarang menjadi juara perserikatan 1987 dengan mengalahkan Persebaya Surabaya. Selain melatih Persibo, Sartono juga sempat duduk di bangku asisten pelatih timnas futsal Indonesia pada 2002 silam.

16. PS Makassar

PS Makassar merupakan hasil merger dari PSM dengan Makassar City. Berbekal pengalaman panhang di sepakbola nasional, PS Makassar adalah salah satu tim yang memiliki potensi besar di Liga Primer Indonesia.

Stadion : Gelora Andi Mattalata, Makassar (15.000)

Pelatih : Robert Alberts

Robert adalah pelatih yang sudah beberapa kali membuat prestasi untuk tim yang dilatihnya. Tahun 2009-2010, Robert membawa Arema Indonesia menjadi juara Indonesia Super League dan tahun 2010 tim besutannya menjadi Runner Up di Liga Indonesia. Selain itu ia pernah menyandang titel Best Coach berturut-turut di Singapura dan Malaysia. Pria kelahiran Belanda dan pernah bermain di Ajax

Amsterdam dan Clermond-Ferrand ini benar-benar ingin memajukan persepakbolaan Indonesia.

17. Real Mataram

Gairah sepakbola Yogyakarta kembali bersinar dengan hadirnya klub Royal Mataram. Nama Royal Mataram akan mewakili semangat dan kekuatan Kerajaan Mataram yang mendapat dukungan besar dari masyarakat Yogyakarta. Berbekal pemain-pemain berpengalaman, klub ini merupakan salah satu yang terkuat dengan mengantongi dua kemenangan.

Stadion : Maguwoharjo, Yogyakarta (kapasitas 30.000)

Pelatih : Jose Basualdo (Argentina)

Jose Basualdo pernah mencicipi Piala Dunia 1990 dan 1994 semasa masih bermain membela timnas Argentina. Usai gantung sepatu, Basualdo menangani klub Ekuador, Deportivo Quito. Setelahnya, Basualdo menangani sejumlah klub Amerika Latin, seperti Universitario de Deportes, El Porvenir, Cienciano, Santiago Morning, dan Universidad de Santiago FC sebelum akhirnya dipinang Real Mataram.

18. Semarang United

Klub yang berbasis di Semarang, Jawa Tengah, ini sengaja disiapkan khusus untuk mengikuti Liga Primer Indonesia. Klub yang digagas oleh Novel Al Bakrie ini mendapat dukungan luas dari masyarakat sepakbola Kota Semarang. Bersama marquee player Amancio Fortes, Semarang United akan menjadi salah satu klub yang paling disegani di kancah Liga Primer Indonesia.

Stadion : Jatidiri, Semarang (kapasitas 25.000)

Pelatih : Edy Paryono

Edy Paryono merupakan pelatih yang berpengalaman karena sempat menyerap ilmu dari Ivan Kolev dan Peter Withe ketika menjadi asisten dua pelatih Eropa itu di timnas Indonesia. Setelahnya, Edy menjadi pelatih PSIM Yogyakarta, PSIS Semarang, Persipur Purwodadi, hingga akhirnya menangani Semarang United pada musim perdana Liga Primer Indonesia.

19. Tangerang Wolves

Semangat pendukung sepakbola di Tangerang tidak dapat diragukan lagi. Keberadaan Tangerang United di kota industri ini diharapkan dapat meningkatkan geliat dan semangat persepakbolaan lokal. Dipimpin oleh pelatih yang jeli akan bakat-bakat muda, klub ini yakin dapat memperoleh tempat tersendiri di hati para pecinta sepakbola Indonesia.

Stadion : Benteng (kapasitas 25.000)

Pelatih : Paulo Camargo (Brasil)

Di negara asalnya, Brasil, Paulo Camargo dikenal pelatih yang sangat serius dalam menangani tim dan jeli menciptakan pemain berbakat. Salah satu anak didiknya adalah Kaka ketika masih bermain di tim junior São Paulo Futebol Clube. Kini, kemampuan

tersebut dapat ditularkan ke Indonesia. Kita nantikan siapa pemain muda cemerlang yang dilahirkan Camargo bersama Tangerang Wolves.

Club - Club Yang pernah menjuarai Liga Champion

Diposting oleh king the world


2010: Inter Milan (Italia)
2009: Barcelona (Spanyol)
2008: Manchester United (Inggris)
2007: AC Milan (Italia)
2006: Barcelona (Spanyol)
2005: Liverpool (Inggris)
2004: Porto (Portugal)
2003: AC Milan (Italia)
2002: Real Madrid (Spanyol)
2001: Bayern Munich (Jerman)
2000: Real Madrid (Spanyol)
1999: Manchester United (Inggris)
1998: Real Madrid (Spanyol)
1997: Borussia Dortmund (Jerman)
1996: Juventus (Italia)
1995: Ajax (Belanda)
1994: AC Milan (Italia)
1993: Marseille (Prancis)
1992: Barcelona (Spanyol)
1991: Red Star Belgrade (Yugoslavia)
1990: AC Milan (Italia)
1989: AC Milan (Italia)
1988: PSV Eindhoven (Belanda)
1987: Porto (Portugal)
1986: Steaua Bucharest (Romania)
1985: Juventus (Italia)
1984: Liverpool (Inggris)
1983: Hamburg (Jerman)
1982: Aston Villa (Inggris)
1981: Liverpool (Inggris)
1980: Nottingham Forest (Inggris)
1979: Nottingham Forest (Inggris)
1978: Liverpool (Inggris)
1977: Liverpool (Inggris)
1976: Bayern Munich (Jerman)
1975: Bayern Munich (Jerman)
1974: Bayern Munich (Jerman)
1973: Ajax (Belanda)
1972: Ajax (Belanda)
1971: Ajax (Belanda)
1970: Feyenoord (Belanda)
1969: AC Milan (Italia)
1968: Manchester United (Inggris)
1967: Celtic (Skotlandia)
1966: Real Madrid (Spanyol)
1965: Inter Milan (Italia)
1964: Inter Milan (Italia)
1963: AC Milan (Italia)
1962: Benfica (Portugal)
1961: Benfica (Portugal)
1960: Real Madrid (Spanyol)
1959: Real Madrid (Spanyol)
1958: Real Madrid (Spanyol)
1957: Real Madrid (Spanyol)
1956: Real Madrid (Spanyol)

Gelar per klub : Real Madrid (Spanyol): 9
AC Milan (Italia): 7
Liverpool (Inggris): 5
Bayern Munich (Jerman), Ajax (Belanda): 4
Barcelona (Spanyol), Inter Milan (Italia), Manchester United (Inggris): 3
Benfica (Portugal), Juventus (Italia), Nottingham Forest (Inggris), Porto (Portugal): 2


Catatan : Kompetisi ini dikenal dengan nama Piala Eropa hingga 1993, kemudian diubah menjadi Liga Champions.

Pergerakan ‘Ready for Cross’

Diposting oleh king the world Selasa, 12 April 2011

Dalam pola 4-4-2, bagaimanapun juga, melepas crossing (umpan silang) adalah salah satu kartu truf untuk bisa mencetak gol. Kita semua tentunya mengetahui persentase gol yang dihasilkan dari crossing cukuplah besar. Hanya saja, harus dipahami bahwa bola crossing selalu bersifat ‘fifty-fifty’. Untuk bisa mengubah cross menjadi gol, barisan penyerang kita harus menang berduel dengan barisan pertahanan lawan.

Karena sifatnya yang demikian, ketika sebuah crossing hendak dilepaskan, barisan pemain yang akan menyambut bola crossing haruslah betul-betul siap di depan gawang. Disamping itu, para pemain penyambut bola cross inipun harus betul-betul berkualitas, handal dalam memenangkan bola-bola crossing. Jika tidak, seperti yang sering saya lihat, bola-bola crossing terasa sia-sia dan bahkan terkesan buang-buang bola saja. Kenapa saya bilang buang-buang bola? Karena ketika bola belum di-cross, bola itu sepenuhnya (100%) masih ada dalam penguasaan kita. Dengan melepas crossing, bola tersebut berubah menjadi bola 50%-50%, yang kemudian bisa menjadi milik kita atau milik lawan.

Sekarang, bagaimana cara menyiapkan barisan pemain untuk bisa memenangkan bola crossing? Jawabannya tidak lain adalah judul tulisan ini: pergerakan ‘ready for cross’. Ketika seorang teman dalam tim kita (outside midfielder atau outside back) membawa bola ke arah bendera, para pemain yang lain harus paham bahwa dia sangat mungkin akan melakukan crossing. Untuk itu, para pemain lainnya harus melakukan pergerakan untuk siap memenangkan bola crossing yang mungkin akan dilakukan. Pergerakan tersebut adalah sebagai berikut (untuk crossing dari sisi kiri). Empat pemain bersiap menyambut crossing: 2 orang forward bersiap didepan gawang, 1 orang center midfielder bersiap didepan gawang tapi agak jauh (di sekitar busur), dan right midfielder / right back bersiap untuk menyambut bola cross yang jatuh ke tiang jauh.

Selalu ada kemungkinan bola cross akan dihalau keluar oleh barisan pertahanan lawan. Untuk itu, perlu ada lini kedua (second line) yang bersiap menangkap bola jika dihalau oleh pertahanan lawan. Lini kedua ini sama pentingnya dengan barisan pemain yang berada didepan gawang, bahkan lebih penting. Mengapa? Karena jika lini kedua ini tidak ada, bola yang terhalau lawan besar kemungkinannya akan tertangkap oleh pemain lawan. Dan jika itu terjadi sementara para pemain kita sedang bertumpuk di depan gawang lawan, maka serangan balik lawan yang cepat dan mematikan akan membuat tim kita ‘menangis’.

Lini kedua diisi oleh tiga pemain: center midfielder yang ada di belakang, right back / right midfielder (yang tidak berada di dekat tiang jauh), dan left back / left midfielder (yang tidak melakukan crossing). Tiga orang ini harus bersiap-siap menangkap bola yang terhalau dari gawang lawan. Pada ilustrasi diatas, lini kedua ditandai dengan garis berwarna merah jingga.

Sementara itu, dua center back mengambil posisi di garis tengah lapangan, sebagai penjamin keamanan tim terhadap serangan balik lawan.

Poin penting lainnya yang harus selalu diingat adalah, harus ada satu orang pemain yang mengambil posisi di belakang pembawa bola, dengan tujuan untuk men-support pembawa bola tersebut. Dengan adanya pemain support ini, pembawa bola memiliki dua opsi: melepas crossing ke depan gawang atau melakukan umpan jangkar pada pemain support tersebut. Opsi mana yang sebaiknya dipilih? Tentu saja suka-suka si pembawa bola. Namun sebaiknya si pembawa bola melihat keadaan. Jika di depan gawang lawan teman-temannya telah dalam posisi siap memenangkan crossing (jumlah mereka cukup dan posisi mereka juga tepat), maka melepas crossing adalah pilihan yang cukup bagus. Terutama jika sebelumnya barisan pertahanan lawan sulit ditembus dengan kombinasi umpan-umpan pendek. Namun jika didepan gawang lawan teman-temannya sepertinya tidak siap memenangkan crossing, maka melakukan umpan jangkar untuk bisa tetap menguasai bola adalah pilihan yang bijak.

Terakhir, peluang tercetaknya gol dari crossing juga tergantung dari kualitas crossing yang dilakukan. Bola crossing hendaknya diarahkan ke ruang kosong antara barisan teman-teman kita dan gawang. Namun jangan terlalu dekat ke kiper karena nanti akan dengan mudah ditangkap lebih dulu oleh kiper tersebut. Tugas teman-teman kita yang didepan gawang adalah berlari berhamburan ke arah gawang untuk menyambut bola crossing tersebut. Kalaupun bola crossing tidak bisa diarahkan ke ruang kosong tersebut, setidak-tidaknya arahkanlah pas ke posisi teman-teman kita yang ada di depan gawang. Yang jadi bencana adalah jika bola crossing jatuh di belakang teman-teman kita yang bersiap didepan gawang.

Bola crossing bisa diarahkan ke tiang dekat, ke depan gawang persis, ataupun ke tiang jauh. Ini sangat tergantung dari celah yang ada di depan gawang.

Disamping itu, bola crossing juga harus memiliki laju yang cukup kencang. Ini bisa dilakukan dengan tendangan DRIVE, bukan tendangan LOFT. Jika bola crossing melaju kencang, maka ketika disambar oleh teman kita akan menghasilkan momentum yang besar.

Karena sedemikian pentingnya kualitas bola crossing, para pemain terutama outside midfielder dan outside back harus dilatih untuk bisa menyajikan bola crossing yang ‘enak untuk disantap’. Tidak hanya itu, mereka juga harus dibiasakan untuk bisa melepas crossing dalam kondisi tertekan atau terdesak. Dan hal ini bisa dilakukan oleh para crosser terbaik dunia seperti David Beckham

tehnik individual bertahan

Diposting oleh king the world

Taktik Individual Bertahan


Strategi bertahan sebagus apapun tidak akan banyak berguna jika tidak didukung oleh taktik individual yang bagus dari para pemainnya. Setiap pemain harus mengetahui dan terlatih bagaimana secara individual masing-masing dari mereka bisa bertahan.

Pertama-tama yang harus dilakukan oleh setiap pemain dalam bertahan adalah berusaha untuk memotong umpan (passing) yang dilakukan oleh lawan. Jika ini tidak bisa, hal yang harus dilakukan tergantung pada posisi pemain lawan yang sedang menerima umpan.

Jika pemain lawan tersebut dalam posisi yang dekat, maka pemain kita harus berusaha mengganggu dan merebut bola darinya begitu ia menerima umpan. Tekanlah bola secepat mungkin. Jangan biarkan ia berlama-lama memegang bola. Bergeraklah ke arahnya ketika bola masih dalam perjalanan, sehingga begitu bola sampai ke kakinya, saat itu pula dia sudah akan menerima gangguan kita. Dan sebaik-baik waktu untuk mengganggu lawan adalah ketika pertama kali dia menerima bola (saat mengontrol bola pertama kali).

Lakukan pressing dengan ketat sehingga pemain lawan tersebut kesulitan (baca: tidak bisa) untuk berbalik menghadap ke arah Anda. Jangan biarkan ia berbalik menghadap ke arah Anda. Sebaliknya, press ia dengan agresif dan berusahalah merebut bola dengan agresif, tanpa harus melakukan pelanggaran. Sebisa mungkin pula, giringlah ia menjauhi daerah berbahaya tim Anda.

Adapun jika pemain lawan yang menerima umpan berada dalam posisi yang jauh, maka pemain kita hendaknya bergerak mendekatinya untuk selanjutnya membayanginya (meng-contain). Dalam membayangi, jarak dengan pemain lawan yang membawa bola janganlah terlalu dekat karena ia akan mudah lewat. Namun juga jangan terlalu jauh sehingga ia terlalu leluasa.

Kuda-kuda yang biasa dipakai ketika membayangi adalah kuda-kuda samping. Kuda-kuda ini mirip dengan kuda-kuda kumite dalam pertandingan karate atau taekwondo. Satu kaki agak maju dan yang lainnya agak ke belakang. Tubuh menghadap serong ke depan samping. Pergerakan dilakukan mengikuti pergerakan pemain lawan yang sedang membawa bola. Jangan sampai kalah cepat.

Satu hal yang tidak boleh dilakukan adalah melakukan step-in (Jawa: njangkah) ketika lawan mengontrol bola secara closed (bola dekat dengan kakinya). JIka ini dilakukan, hampir pasti lawan yang skillful akan bisa lewat dan mengecoh. Anda baru boleh step-in untuk merebut bola pada saat bola berada agak jauh dari kakinya. Temukan celah tersebut, dan silakan melakukan step in.

Cara yang cukup praktis untuk merebut bola adalah dengan menempatkan tubuh kita diantara lawan dan bola. Selamat mencoba dan selamat berlatih.

taktik bertahan 1 vs 2

Diposting oleh king the world

Bertahan 1 vs 2 artinya bertahan yang dilakukan oleh 1 orang defender menghadapi 2 orang penyerang. Kondisi 1 vs 2 memang tidak pernah diinginkan, karena dalam kondisi tersebut jumlah penyerang lawan lebih banyak daripada jumlah defender kita. Namun pada saat-saat tertentu, misalnya ketika para pemain terlambat turun, kondisi 1 vs 2 bisa terjadi.

Dalam kondisi 1 vs 2, defender jangan langsung mem-pressure pembawa bola. Ini sangat berbahaya, karena dengan sekali gocek saja pembawa bola tersebut bisa mengumpankan bolanya kepada penyerang yang lainnya. Jika itu terjadi, penyerang yang baru saja menerima umpan tersebut sudah pasti hanya tinggal berhadapan satu lawan satu dengan kiper kita.

Lalu apa yang harus dilakukan oleh sang defender? Yang harus dilakukan adalah membayangi saja pembawa bola, dengan memposisikan diri diantara penyerang yang membawa bola dan penyerang yang lainnya. Tidak diantara keduanya persis. Defender agak mundur ke belakang. Dengan demikian sang pembawa bola sulit untuk melepas tembakan langsung ke gawang, namun jika dia mengumpan kepada penyerang yang satunya besar kemungkinan umpan tersebut akan bisa dipotong oleh defender.

Dengan cara membayangi seperti diatas, paling tidak sang defender bisa mengulur-ulur waktu sambil menunggu ‘bala bantuan’. Ketika terjadi kondisi 1 vs 2 dan defender yang hanya satu orang tadi telah melakukan tugasnya mengulur-ulur waktu, para pemain lain harus tanggap dengan segera turun membantu, agar jumlah defender tidak lagi kalah banyak dari jumlah penyerang lawan. Jika para pemain lain tidak juga tanggap, sang defender yang hanya tinggal seorang diri tadi hendaknya meneriaki teman-temannya untuk turun.

Kondisi 1 vs 2 adalah salah satu kondisi dimana jumlah defender kalah banyak dari jumlah penyerang lawan. Kondisi lain yang serupa adalah 2 vs 3, 3 vs 4, 4 vs 5, dan seterusnya. Kondisi-kondisi seperti ini adalah kondisi yang merugikan dan berbahaya bagi tim yang bertahan. Selekas mungkin tim yang bertahan harus mengubah kondisinya sehingga jumlah defendernya paling tidak sama dengan jumlah penyerang lawan. Caranya? Ya yang masih di depan tuh turun dong, jangan ‘mbecak’ dan ‘melongo’ saja!

Perbedaan Passing, Dribbling, dan Running

Diposting oleh king the world

Karakteristik passing: 1.waktu tempuh lebih cepat, 2.perpindahan bola tidak selalu disertai perpindahan pemain, konfigurasi posisi para pemain di lapangan relatif terjaga, 3.hemat tenaga. Adapun karakteristik dribbling: 1.waktu tempuh lebih lambat, 2.terjadi perpindahan bola dan pemainnya sekaligus, terjadi overlap ataupun switch posisi pemain, 3.boros tenaga.

Kapan passing dan kapan dribbling? Pertama: utamakan passing. Lakukan dribbling hanya jika Anda tidak mungkin untuk melakukan passing, yakni jika belum ada teman yang bisa atau bagus untuk diberi umpan. Kedua: silakan dribbling, tapi jika bola yang Anda bawa terancam terebut (ada hadangan pemain lawan atau ada pressing dari lawan) maka umpankan bola kepada teman yang bisa diumpani. Ingat, berusaha melewati hadangan atau pressing lawan belum tentu menyelamatkan bola, tetapi mengumpankannya kepada teman sudah pasti menyelamatkan bola. Jangan gambling dan jangan berspekulasi! Cari aman! Ketiga: lakukan dribbling untuk menarik lawan ke arah Anda dan pada saat yang sama menciptakan ruang yang bagus untuk teman Anda. Keempat: untuk striker: 1) jika satu-satunya peluang passing berarti offside maka giring saja bolanya. 2) jika dribbling lebih prospektif untuk mencetak gol daripada mengumpankan bolanya, it doesn’t matter to dribble and then score!

Pemain belakang jangan banyak giring. Adalah berbahaya jika pemain belakang bermain-main dengan bola di daerah pertahanannya.

Alirkan terus bolanya! Meski tim Anda tidak sedang di-press, tim Anda harus terus mengalirkan bola dari kaki ke kaki, dalam rangka: 1.mencari-cari celah yang bisa dimasuki untuk melakukan penyerangan. 2.menghargai setiap detik yang berjalan dalam waktu 2 x 45 menit.

Pergerakan tanpa bola (running). 1.Para pemain harus terus bergerak agar selalu ada yang siap untuk diberi umpan dalam jarak passing (Ini namanya support). Ciptakan selalu formasi segitiga passing ketika tim Anda menguasai bola. Lakukan terus hal itu sepanjang pertandingan. (Tentang jarak passing: jangan terlalu dekat jika tidak ada lawan yang berusaha memotong, dan jangan pula terlalu jauh karena umpan akan bisa dipotong lawan). 2.Lakukan pergerakan untuk menciptakan ruang bagi teman Anda.

lari tanpa bola

Diposting oleh king the world

Dalam sepakbola, Anda tidak hanya bergerak dan berlari ketika membawa bola. Para pemain harus terus bergerak meski tidak sedang membawa bola. Inilah salah satu hal yang membedakan sepakbola anak-anak dengan sepakbola orang dewasa. Ini pula yang membedakan sepakbola orang dewasa yang ngerti sepakbola dengan orang dewasa yang seperti anak-anak. Namun perlu diingat, bergerak disini tidaklah asal bergerak atau asal berlari. Semuanya harus dilakukan dalam bingkai strategi dan taktik.

Berlari tanpa bola (run) ada dua macam : 1.run untuk menciptakan ruang bagi yang lain. Lakukan run ini secara ‘berisik’ (kentara) dan melewati depan lawan untuk menarik perhatiannya agar mengikuti Anda. 2.run untuk siap diberi umpan. Lakukan run ini secara ‘sunyi’ (tidak kentara) agar tidak menarik perhatian lawan. Secara umum, jangan terlalu dini melakukan run ini agar lawan tidak sempat untuk mengantisipasinya.

bekal bermain sepakbola

Diposting oleh king the world

Apa saja yang kita butuhkan untuk bisa bermain sepakbola dengan baik? Pertama-tama adalah keunggulan fisik, yang meliputi: ketahanan (endurance), kekuatan (strength) dan kecepatan (speed). Ketahanan berarti kita kuat bermain selama waktu yang cukup panjang tanpa tersengal-sengal alias kehabisan nafas (ketahanan aerobik) ataupun ngilu-ngilu (ketahanan otot). Kekuatan berarti otot-otot tubuh kita cukup kuat untuk menendang dengan keras, melempar bola cukup jauh, melakukan body charge dengan kuat, dan sebagainya. Adapun kecepatan bermakna kita bisa berlari dengan cepat (sprint) baik ketika membawa bola ataupun ketika tidak membawa bola.

Bekal kedua adalah ketrampilan (skill). Yang disebut dengan skill disini terutama adalah fundamen (teknik-teknik dasar) sepakbola, yang meliputi mengumpan dan menerima (passing and receiving), menembak (shooting), mengontrol bola dengan berbagai anggota badan, melindungi bola, dan menggiring (dribbling). Ketiga, kita membutuhkan kerjasama (teamwork). Sebuah tim akan bermain dengan baik jika semua pemain saling bekerjasama dengan jalinan komunikasi yang baik. Tidak ada yang egois. Semuanya bermain untuk tim. Keempat, taktik dan strategi yang baik. Jika dua tim sama-sama memiliki materi pemain yang kuat fisiknya, terampil mengolah bola, dan bisa bekerjasama, maka faktor strategi dan taktik akan menentukan tim mana yang akan menang. Tim yang bermain dengan strategi dan taktik yang lebih cerdas pastilah yang akan menang. Dan selain keempat hal itu, yang tidak boleh ketinggalan adalah mental yang positif. Semua pemain harus memiliki kepercayaan diri, optimisme dan semangat.

kunci membangun tim yang kuat

Diposting oleh king the world

Kunci pertama adalah kerja keras dan militansi. Ingat-ingatlah bahwa tim yang skillful bisa kalah oleh tim yang ngoyo. Sebaliknya, tim yang diatas kertas dinyatakan lebih unggul bisa kalah jika ia bermain tanpa daya juang. Kunci kedua: tidak ada prestasi tanpa berlatih. Practice makes perfect! Itulah mengapa tim-tim besar yang sudah kesohor sekalipun masih saja terus berlatih. Meski pemain-pemainnya sudah hebat kemampuannya, terus berlatih adalah hal mutlak yang tidak bisa ditinggalkan. Itu pulalah yang menjadi alasan mengapa pemain profesional yang sering mangkir latihan pasti tidak akan dimasukkan dalam squad inti sebuah tim.

Kunci ketiga: percayalah kepada diri sendiri (self confidence). Percayalah, kemampuan dan keterampilan akan berkurang dan bahkan hilang ketika kepercayaan diri telah hilang. Sebaliknya, performa akan memuncak ketika kepercayaan diri juga memuncak. Kunci keempat, disamping kita percaya kepada diri sendiri, kita juga harus memberikan kepercayaan kepada teman-teman kita. Jangan pernah bersikap pilih kasih. Kelima, Anda harus bekerjasama dan tidak boleh egois. Sepakbola adalah olahraga tim. Kekuatannya akan hilang jika orang-orang yang ada dalam tim bermain sendiri-sendiri, meski bersama-sama.

passing

Diposting oleh king the world

Mengumpan dan menerima bola : yang terpenting dari sepakbola. Siapa tidak bisa passing, ia tidak bisa bermain sepakbola. Mengapa umpan? Karena mengumpan lebih efisien daripada menggiring. Camkan pula bahwa pembawa bola yang baik selalu mengumpan bola sebelum ia ‘habis’. Jadi jangan kalau sudah ‘habis’ baru mengumpankan bolanya. Sebab jika demikian, bolanya pasti bola yang ‘tidak enak’.

Beberapa kesalahan dalam mengumpan: 1.Laju bola tidak sesuai dengan jarak passing (terlalu keras atau terlalu lembek). Jika terlalu keras, bola tak terjangkau teman. Jika terlalu lembek, bola terpotong lawan. 2.Umpan tidak akurat. 3.Mengumpan padahal waktunya menembak

Jangan pernah asal tendang bola (kecuali dalam keadaan genting didepan gawang : sapu bersih). Lihat situasi lalu ambil keputusan yang terbaik. Soal visi, posisikan diri selalu memiliki pandangan terbuka pada lapangan (open to the field).

Mengumpan tidak harus pas ke orangnya. Contoh : 1.Jika teman kita sedang berlari, kita memberinya umpan pada ruang kosong didepannya. 2.Jika kita ingin teman kita merangsek ke depan dalam waktu yang lebih cepat, kita memberinya umpan pada ruang kosong didepannya sehingga ia berlari kedepan untuk mengejar bola tersebut. 3.Umpan terobosan.

Menerima bola tidak selalu harus menghentikannya: 1.Bisa langsung diarahkan pada teman. 2.Diarahkan ke arah kita akan berlari membawa bola (sehigga lebih hemat waktu). 3.Diarahkan ke arah kosong menjauh dari lawan terdekat (untuk mengurangi pressing pada diri kita)

Beberapa macam passing: umpan 1-2 (wall pass), umpan terobosan (through pass), umpan silang (crossing), dan umpan diagonal.

prinsip tutup dan buka dalam sepak bola

Diposting oleh king the world


Satu strategi bermain sepakbola yang telah disepakati oleh pakar sepakbola adalah prinsip buka tutup. Prinsip ini mengatakan bahwa jika tim menguasai bola maka tim harus meregang (membuka) dengan memanfaatkan lebar dan panjang lapangan, sebaliknya jika tim sedang kehilangan bola maka tim harus merapat (menutup) membentuk satu formasi yang compact (padat).

Mengapa tim ketika sedang menguasai bola harus meregang? Jawabannya sederhana saja: agar tim memiliki ruang yang lebih luas untuk mempermudah penguasaan bola dan mengurangi pressing tim lawan. Lalu mengapa tim harus merapat (compact) ketika sedang kehilangan bola? Jawabannya juga sederhana: agar pressing terhadap bola bisa dilakukan secara lebih kuat, agar bola sulit mendapatkan celah untuk dialirkan ke arah gawang kita, dan supaya lawan kesulitan melakukan kombinasi-kombinasi terhadap bola.

Perpindahan dari keadaan membuka ke keadaan menutup dan demikian pula sebaliknya disebut sebagai transisi. Jika tim kita menguasai bola lalu tiba-tiba kehilangan bola maka seluruh pemain harus menutup (merapat). Merapat kemana? Acuannya adalah bola. Merapatnya adalah merapat ke arah bola. Adapun jika tim kita awalnya kehilangan bola yang dengan demikian dalam keadaan menutup lalu tiba-tiba memegang bola maka seketika itu pula para pemain harus membuka. Mudah kan? Memang mudah asalkan semua pemain memahaminya. Satu pemain saja tidak paham atau tidak disiplin dengan prinsip ini, sudah pasti strategi ini tidak akan berjalan. Jadi, sepakbola memang betul-betul membutuhkan kekompakan!

formasi 3 3 4E

Diposting oleh king the world Senin, 11 April 2011



Ini adalah formasi yang biasa aku pergunakan untuk bermain WE PS2. Formasi ini aku namakan Formasi 3-3-4E (3-3-4 Edan) karena mempergunakan 4 pemain depan langsung dan kunci penyerangan permainan ini ada di 2 pemain sayapnya. Untuk pertahanan dimulai dari depan. Jadi pemain depan langsung melakukan pertahanan. Perangkap Offside merupakan andalan pertahanan lini belakang. Gol-gol yang tercipta ketika menggunakan formasi ini kebanyakan melalui Heading dari umpan yang dilakukan pemain sayapdan umpan terobosan melalui tengah pertahanan lawan.

Untuk status defense tiap pemain sebagai berikut :
  • No 1 sampai No 7 : High
  • No 8, 9, 11 : Normal
  • No 10 : Low
Untuk Individual Attacknya seperti terlihat pada gambar. Offside trap on. Tapi formasi ini akan sangat sulit dimainkan jika team yang dipakai adalah team yang pemain tengahnya lamban dan sulit ketika lawan menggunakan formasi dengan pertahanan 4 pemain belakang dan 3 pemain tengah yang berdekatan. Pemain tengan No 6 kewalahan dalam menghadapi serangan.

Formasi ini dalam melakukan serangan balik termasik cepat karena bola langsung mengalir ke depan melalui pemain sayap yang mendrible bola atau dengan satu-dua sentuhan tiap pemain.

Bagi yang senang bermain WE mungkin bisa mencobanya dan bila ada kekurangannya bisa menambahkan. Selama ini saya memainkan formasi ini dengan team MU, Borosia Dortmund, Real Madrid, Arsenal. Yang kurang berhasil yaitu dengan menggunakan Real Madrid. Tapi memang formasi ini mungkin masih banyak kelemahan yang lain yang belum terungkap. bagi yang sudah mencoba mungkin bisa menambahkannya.

elemen- elemen serangan

Diposting oleh king the world


Berikut ini elemen-elemen serangan dalam sepakbola. Pertama, umpan biasa. Maksudnya adalah umpan bola bawah, yang merupakan elemen yang paling dominan dipakai dalam membangun serangan. Untuk menjamin sebuah serangan yang kuat dan tak terpatahkan, umpan-umpan harus dilakukan dengan lugas, tegas, dan akurat. Para pemain harus bergerak secara dinamis untuk mencari ruang dan melepaskan diri dari bayangan lawan, agar bisa terus melakukan umpan dari satu pemain ke pemain yang lainnya.

Kedua, umpan satu dua (one-two pass, wall pass). Ini adalah satu kombinasi umpan, yang biasanya mengejutkan dan tidak terantisipasi oleh lawan. Umpan-umpan satu dua yang dilakukan di daerah pertahanan lawan seringkali mampu menembus barikade pertahanan lawan yang sangat kuat sekalipun.

Ketiga, umpan terobosan (through pass). Umpan ini biasanya hanya dipakai di daerah pertahanan lawan, karena umpan ini tidak jarang gagal dan bisa diantisipasi oleh lawan. Namun jika berhasil, umpan ini seringkali merupakan assist bagi terciptanya sebuah gol. Dari segi arahnya, umpan terobosan ini banyak macamnya: dari tengah langsung lurus ke depan, dari tengah ke samping depan, dan dari samping ke tengah depan. Umpan terobosan bisa dibedakan pula antara umpan terobosan bawah dan umpan terobosan lambung.

Keempat, umpan jangkar. Yang disebut dengan umpan jangkar adalah umpan yang arahnya dari depan ke belakang, yang biasanya dilakukan dalam rangka untuk mempertahankan penguasaan bola atau untuk mengubah arah serangan. Umpan jangkar bukanlah sesuatu yang tabu dalam sepakbola. Yang disebut menyerang tidak harus dilakukan dengan selalu mengumpan ke arah depan. Kalau boleh diistilahkan, umpan jangkar adalah ‘mundur (sejenak) untuk (maju) menang’.

Kelima, umpan silang (crossing). Umpan silang, terutama dalam pola 4-4-2, sangatlah efektif untuk bisa menciptakan sebuah gol. Umpan silang bisa diarahkan ke tiang dekat, persis di depan gawang, atau ke tiang jauh. Bentuknya pun bisa bola bawah ataupun bola lambung (drive, bukan loft).

Keenam, umpan panjang (long ball). Dari segi arahnya, umpan panjang ada yang dari sisi tepi ke sisi depan tengah (misalnya dari pemain sisi luar ke depan gawang), dari sisi tengah ke sisi depan sayap (misalnya ke pemain sayap), atau dari belakang lurus ke depan (baik yang dilakukan di sisi tepi lapangan ataupun di sisi tengah lapangan).

Ketujuh, tembakan jarak jauh. Tembakan jarak jauh yang akurat dan keras bak geledek seringkali bisa memecah kebuntuan serangan dan merobek gawang lawan. Diantara pemain yang sangat ahli melakukannya adalah Steven Gerrard dan Frank Lampard.

Kedelapan, trik individu. Trik individu kadangkala diperlukan untuk menembus pertahanan lawan yang kokoh. Lakukanlah trik individu hanya jika tidak ada lagi cara lainnya untuk menerobos pertahanan lawan dan membobol gawang mereka. Namun ingat, lakukanlah trik individu hanya di daerah pertahanan lawan, karena memang di daerah ini kita boleh dan bahkan harus melakukan melakukan percobaan-percobaan yang berani dan kreatif. Kalaupun trik individu yang kita lakukan gagal, toh bola masih jauh dari pertahanan kita.

Kesembilan, bola mati (set piece). Bola mati tidaklah boleh diremehkan. Tidak sedikit gol-gol tercipta dari eksekusi bola mati. Diantara macam bola mati adalah sepak pojok (corner kick), tendangan bebas (free kick) dan lemparan kedalam (throw -in).

makna posisi dalam sepak bola

Diposting oleh king the world



Dalam sepakbola, posisi itu ibarat rumah. Tidak harus seseorang selalu berada di rumahnya. Untuk keperluan-keperluan tertentu, ia kadang harus keluar rumah. Meski demikian, setiap hari ia harus selalu pulang ke rumahnya. Demikian pula posisi dalam sepakbola. Tidak berarti bek kiri harus selalu berada di sebelah kiri dan di belakang para pemain yang lainnya. Bahkan tidak selalu pemain sisi kanan harus selalu dan setiap saat berada di sisi kanan. Keluarnya seorang pemain dari posisinya disebut sebagai ‘out of position’ (diluar posisi).

Namun perlu diingat, seorang bek kiri meskipun kadang-kadang berada diluar posisinya namun ia adalah pemain yang harus paling sering berada dalam posisi aslinya. Jika tidak demikian, tidak perlu ada penetapan posisi dong. Lebih dari itu, posisi adalah tanggung jawab. Pemain di lapangan ibarat penjaga rumah. Jangan sampai ada maling atau perampok memasuki rumah kita sementara rumah kita sedang kosong tak terjaga karena kita tidak sedang ada di rumah. Bisa-bisa rumah kita dijarah atau bahkan dibakar habis!

Keberadaan seorang pemain pada posisinya terutama sangat penting ketika tim sedang bertahan (tidak menguasai bola). Ketidakdisiplinan seorang pemain pada posisinya, terutama para pemain belakang, akan membuat musuh leluasa menembus pertahanan untuk kemudian mencetak gol.

Pada dasarnya, seorang pemain sebisa mungkin selalu bermain pada posisi aslinya (disebut ‘on position’). Namun terkadang, seorang pemain dituntut ‘out of position’ karena beberapa alasan, misalnya untuk melakukan kombinasi umpan, variasi serangan, dan sebagainya. Kombinasi umpan seperti satu dua berganda, satu dua plus orang ketiga, overlap, dan sebagainya tidak bisa tidak menuntut mobilitas, yang tidak jarang menuntut pemain harus keluar dari sarangnya. Demikian pula variasi-variasi serangan juga penting untuk dilakukan agar serangan yang terbangun menjadi tak terduga, mengejutkan, dan sulit untuk di-intercept oleh tim lawan. Namun lagi-lagi perlu diingat, begitu tuntutan-tuntutan tersebut telah usai, hendaknya seorang pemain segera kembali ke posisi aslinya.

Menjadi penting pula untuk dipahami oleh tim, bahwa ketika ada seorang pemain ‘out of position’, hendaknya ada pemain lain yang untuk sementara menjaga posisi yang ditinggalkan, jika memang ketika itu posisi tersebut tidak boleh kosong (akan berbahaya atau tidak menguntungkan jika dibiarkan kosong).

formasi 4 3 3

Diposting oleh king the world


Formasi ini, menurutku, merupakan formasi yang kuat dan juga fleksibel. Tapi ini harus didukung oleh pemain yang berkarakter dan mempunyai visi dan misi yang jelas.

  1. 3 pemain belakang harus mempunyai karakter bertahan yang lebih daripada menyerangnya. Selain itu juga harus memiliki fisik yang kuat untuk mengantisipasi berbagai serangan yang datang bila para pemain tengah terlewati. Pemain Belakang merupakan awal dari penyerangan sehingga setelah memotong bola serangan lawan dia harus cerdas dalam memilih untuk mengoper bola ke pemain tengah mana untuk memulai penyerangan atau dia menggiring bola tetrlebih dahulu sampai daerah lawan baru mengoper bola. Pada pos ini pemain belakang yang tengah berperan penting, dia harus selalu berkomunikasi dengan pemain belakang lainnya dalam segal hal (pengaturan jebakan offside misalnya) dan juga dengan penjaga gawang sebagai pemain terakhir dalam pertahanan menjaga gawang dari kebobolan. Teori memang mudah ditulis atau diucapkan tapi dalam prakteknya sulit diterapkan. Ini karena tergantung dari pemain itu sendiri. Bila pemain itu sudah bisa mengatur emosi dan tidak terpancing oleh provokasi lawan maka strategi yang diramu oleh pelatih akan berhasil.
  2. 4 pemain tengah sebagai perantara pemain belakang dan pemain depan berperan dalam "mengolah" bola untuk suplay ke pemain depan dalam mencetak gol. Jika dilihat pada gambar, Pemain No 7 merupakan pemain tengah bertahan harus kuat fisiknya karena dia bertugas untuk memotong bola serangan lawan yang datang dan dia bergerak terus depan dan belakang untuk mencari bola. Dia harus tipe pemain yang bekerja keras, pantang menyerah, punya motivasi tinggi untuk memenangkan pertandingan meskipun dalam keadaan tertinggal 1.2 atau lebih gol. Pemain No 10 sebagai pemain tengah yang menyerang selain momotong bola serangan lawan dia juga berkreasi untuk membongkar pertahanan lawan dengan dibantu pemain lainnya. Paling tidak dia seorang yang skillfull dan berwawasan luas. Dua pemain tengah samping kanan kiri bertugas membongkar pertahanan lawan dari samping dan memberikan umpan-umpan yang terukur kepada pemain depan untuk dapat mencetak gol. Biasanya pemain yang beroperasi di samping mempunyai kecepatan yang lebih dalam mengolah bola sambil berlari.
  3. 3 pemain depan yang bertugas utama mencetak gol harus mempunyai gaya kreasi serangan yang tinggi dan mampu membuat pertahanan lawan "kocar-kacir" sehingga memudahkan pemain lain dalam mencetak gol. Dia harus mempunyai naluri mencetak gol yang tinggi dan biasanya naluri untuk bertahannya rendah.
Meskipun begitu, sepakbola merupakan kerjasama team. Jadi, jika ada salah satu pemain yang tidak bisa bekerjasama dengan baik maka strategi yang diterapkan pelatih dalam permainan tidak berhasil. Biasanya ketidakstabilan team dipengaruhi pemain dalam pertandingan itu. Bisa jadi karena sudah kebobolan dulu sehingga tertinggal dan setiap pemain "bernafsu" untuk mencetak gol menyamakan kedudukan yang mengakibatkan kerja sama team berkurang. Atau sudah unggul terlebih dahulu sehingga muncul rasa percaya diri yang berlebihan (over PeDe) yang menyebabkan pemain asyik menyerang terus untuk mencetak gol sebanyak-banyaknya sehingga melupakan pertahanan. Memang menang dengan gol sebanyak-banyaknya adalah kepuasan tersendiri bagi pemain dan pelatih apalagi kemenangan tersebut diperoleh dari kerjasama team yang baik.

Ini merupakan pendapatku aja. Bila ada salah mohon dimaafkan dan bila ada kekurangan mohon bisa ditambahkan kekurangannya. Terima kasih sebelumnya atas komentarnya. Mungkin nanti akan berlanjut ke formasi 4-4-2. Ini berdasarkan pengalamanku bermain sepakbola sama teman-teman aja. Meskipun bukan pemain profesional tapi ku sangat suka sepakbola. Salam Shadux's. Shadux's Mania.

formasi 4 4 2

Diposting oleh king the world


Sisa demam piala dunia kemarin menyisakan angan-angan menjadi manajer sepak bola (menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia [KBBI], penulisan suku katanya dipisah demikian).

Saya lebih menyukai formasi klasik 4-4-2 (plus kiper [goalkeeper] tentunya) yang fleksibel. Mudah diadaptasi dan disesuaikan saat menyerang, bertahan, maupun saat kehilangan pemain karena kartu merah atau cedera. Formasi ini menggunakan 4 pemain belakang/bertahan (defenders), 4 pemain tengah (midfielders) dan 2 penyerang depan (forwards). Pemain bertugas menjaga zona masing-masing. Menurut saya, formasi ini juga terasa pas/terbagi rata di lapangan yang berbentuk kotak/persegi.. :D. Lebih baik memiliki stok pemain yang mampu bermain lebih dari 1 posisi untuk memudahkan rotasi.

Pemain belakang/bertahan terdiri dari 2 bek tengah (centre back/central defenders) dan 2 bek sayap (wing back/right-left defenders). Paling tidak memiliki karakteristik agresif, akselerasi, mampu bertarung di udara (heading yang baik, badannya tinggi besar, misalnya Marco Materazzi, Sol Campbell, Lilian Thuram) dan satunya lincah memblok serangan, menjaga pergerakan lawan (marking) dengan ketat (misalnya Rio Ferdinand, Fabio Cannavaro, Alessandro Nesta). Pemain belakang sayap kanan dan kiri selain bertahan juga mampu memberikan suplai umpan (passing dan crossing) melalui pergerakan sepanjang tepi lebar lapangan. Hal ini membantu kerja pemain sayap tengah dan memudahkan determinasi pemain untuk saling mengisi kekosongan zona yang ditinggalkan saat menyerang. Bek sayap tentunya harus memiliki stamina dan kecepatan yang baik untuk mendukung serangan sekaligus juga bertahan (pilihan saya jatuh pada Roberto Carlos, Phillip Lahm [bek kiri], Cafu, Gianluca Zambrotta [bek kanan]).

Lapangan tengah terdiri dari 2 pemain tengah (central midfielders) dan 2 sayap (right-left winger/midfielders). Saya lebih menyukai tipe pemain tengah yang memang berperan sentral (central midfielder) dengan karakter kemampuan mengolah/menggiring bola (dribling) yang tinggi, didukung umpan (passing) yang baik, kepemimpinan, dan kreativitas yang mumpuni seperti Zinedine Zidane. Bisa juga diisi pemain tengah bertahan (defensive midfielder centre) seperti Steven Gerrard, Patrick Vieira atau pemain tengah menyerang (attacking midfielder centre) seperti Pavel Nedved, Frank Lampard, Kaka dan yang dapat menjadi penyerang depan seperti Ronaldinho dan Andrea Pirlo. Pemain tengah seperti ini biasanya memiliki posisi sebagai kapten tim. Pemain sayap tengah memiliki karakter serupa wing back, mampu mendukung zona depan sekaligus turun bertahan. Saya memilih pemain seperti Cristiano Ronaldo, David Beckham (sayap kanan), Franc Ribery, Arjen Robben (sayap kiri).

Dua penyerang depan (forwards) haruslah saling melengkapi. Yang satu sebagai second striker berposisi agak di belakang penyerang utama, dapat berpostur kecil, lincah, cepat, pengumpan yang akurat dalam melihat peluang (seperti Lukas Podolski, Del Piero, Robinho, Wayne Rooney) tapi juga dapat menyelesaikan peluang menjadi gol saat penyerang utama dijaga ketat. Tipe penyerang lainnya adalah saya tempatkan sebagai striker murni, berbadan tinggi besar (untuk pertarungan udara), dan tidak kalah gesit (seperti Adriano, Miroslav Klose, Thierry Henry, Luca Toni, Andriy Shevchenko).

Untuk kiper, Gianluigi Buffon dan Dida mantap di bawah mistar gawang.

Saat menyerang, formasi dapat beradaptasi, misalnya menjadi 4-3-3, 4-4-1-1, 4-2-4, 4-3-1-2. Saat bertahan, formasi menjadi 4-1-3-2, 5-3-2, 4-2-2-2, 4-5-1, 5-4-1. Walaupun cenderung bertahan, formasi bertahan ini dapat pula digunakan menyerang tergantung komposisi pemain yang kita miliki.

timnas belanda

Diposting oleh king the world Selasa, 29 Maret 2011


Tim nasional sepak bola Belanda adalah tim sepak bola yang mewakili Belanda pada pertandingan internasional. Belanda pada Mei 2006 menduduki peringkat ketiga di dunia menurut Fédération Internationale de Football Association. Mereka telah memenangkan Piala Eropa 1988 dan muncul di tiga final Piala Dunia FIFA di tahun 1974, 1978 dan 2010

Belanda
Lambang asosiasi
Julukan Oranye
Asosiasi Perhimpunan Sepak bola
Kerajaan Belanda

(Koninklijke Nederlandse
VoetbalBond
)
Pelatih Bendera Belanda Bert van Marwijk
Kapten Mark van Bommel
Penampilan terbanyak Edwin van der Sar (121)
Pencetak gol terbanyak Patrick Kluivert (40)
Kode FIFA NED

Kostum kandang
Kostum tandang
Pertandingan internasional pertama
Bendera BelgiaBelgia 1 - 4 Belanda Bendera Belanda
(Antwerpen, Belgia; 30 April 1905)
Kemenangan terbesar
Bendera Belanda Belanda 9 - 0 NorwegiaBendera Norwegia
(Rotterdam, Belanda; 1 November 1972)
Kekalahan terbesar
Bendera Belanda Belanda 2 - 12 Inggris (amatir)Bendera Inggris
(Den Haag, Belanda; 1 April 1907)
Piala Dunia
Penampilan 8 (Pertama kali pada 1934)
Hasil terbaik Tempat kedua, 1974, 1978, dan 2010
Piala Eropa
Penampilan 7 (Pertama kali pada 1976)
Hasil terbaik Juara, 1988

Rekor Piala Dunia

Tahun Hasil Menang Kalah Seri Gol Kemasukan
1930 Tidak ikut




1934 Babak 1 0 0 1 2 3
1938 Babak 1 0 0 1 0 3
1950 Tidak ikut




1954 Tidak ikut




1958 Tidak lolos kualifikasi




1962 Tidak lolos kualifikasi




1966 Tidak lolos kualifikasi




1970 Tidak lolos kualifikasi




1974 Final (Tempat kedua) 5 1 1 15 3
1978 Final (Tempat kedua) 3 2 2 15 10
1982 Tidak lolos kualifikasi




1986 Tidak lolos kualifikasi




1990 Babak 2 0 3 1 3 4
1994 Babak perempat final 3 2 0 8 6
1998 Semi final (Tempat keempat) 3 3 1 13 7
2002 Tidak lolos kualifikasi




2006 Babak 2 2 1 1 3 2
2010 Final (Tempat kedua) 6 0 1 12 6
Total
22 10 11 71 44

Rekor Piala Eropa

  • 1960 - Tidak ikut
  • 1964 - Tidak lolos kualifikasi
  • 1968 - Tidak lolos kualifikasi
  • 1972 - Tidak lolos kualifikasi
  • 1976 - Semi-final
  • 1980 - Babak 1
  • 1984 - Tidak lolos kualifikasi
  • 1988 - Juara
  • 1992 - Semi final
  • 1996 - Babak perempat final
  • 2000 - Semi final
  • 2004 - Semi final
  • 2008 - Babak perempat final

Pemain terkenal

Manajer/Pelatih

Piala Dunia FIFA 2010

Tim nasional Belanda untuk Turnamen Piala Dunia FIFA 2010 dilatih oleh Bert van Marwijk.

No. Pos. Pemain Tanggal lahir (umur) Penampilan Gol Klub
1 GK Maarten Stekelenburg 22 September 1982 (umur 28) 28 0 Bendera Belanda Ajax
16 GK Michel Vorm 20 Oktober 1983 (umur 27) 4 0 Bendera Belanda Utrecht
22 GK Sander Boschker 20 Oktober 1970 (umur 40) 1 0 Bendera Belanda Twente

2 DF Gregory van der Wiel 3 Februari 1988 (umur 23) 11 0 Bendera Belanda Ajax
3 DF John Heitinga 15 November 1983 (umur 27) 55 6 Bendera Inggris Everton
4 DF Joris Mathijsen 5 April 1980 (umur 30) 57 3 Bendera Jerman Hamburg
5 DF Giovanni van Bronckhorst Captain sports.svg 5 Februari 1975 (umur 36) 100 5 Bendera Belanda Feyenoord
12 DF Khalid Boulahrouz 28 Desember 1981 (umur 29) 29 0 Bendera Jerman Stuttgart
13 DF André Ooijer 11 Juli 1974 (umur 36) 54 3 Bendera Belanda Ajax
15 DF Edson Braafheid 8 April 1983 (umur 27) 7 0 Bendera Jerman Bayern München

6 MF Mark van Bommel 22 April 1977 (umur 33) 57 10 Bendera Jerman Bayern München
8 MF Nigel de Jong 30 November 1984 (umur 26) 43 1 Bendera Inggris Manchester City
10 MF Wesley Sneijder 9 Juni 1984 (umur 26) 41 8 Bendera Italia Internazionale
14 MF Demy de Zeeuw 26 Mei 1983 (umur 27) 26 0 Bendera Belanda Ajax
18 MF Stijn Schaars 11 Januari 1984 (umur 27) 12 0 Bendera Belanda AZ
20 MF Ibrahim Afellay 2 April 1986 (umur 24) 24 0 Bendera Spanyol Barcelona
23 MF Rafael van der Vaart 11 Februari 1983 (umur 28) 79 16 Bendera Inggris Tottenham Hotspur F.C.

7 FW Dirk Kuyt 22 Juli 1980 (umur 30) 64 16 Bendera Inggris Liverpool
9 FW Robin van Persie 6 Agustus 1983 (umur 27) 45 18 Bendera Inggris Arsenal
11 FW Arjen Robben 23 Januari 1984 (umur 27) 47 13 Bendera Jerman Bayern München
17 FW Eljero Elia 13 Februari 1987 (umur 24) 10 2 Bendera Jerman Hamburg
19 FW Ryan Babel 19 Desember 1986 (umur 24) 39 5 Bendera Inggris Liverpool
21 FW Klaas-Jan Huntelaar 12 Agustus 1983 (umur 27) 32 2 Bendera Jerman Schalke 04