Menurut pendapat ulama yang terpilih air mani statusnya suci. Dalilnya adalah riwayat ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha ia berkata:
“Rasulullah biasanya mencuci pakaiannya yang terkena mani. Setelah itu baru kemudian berangkat menuju shalat dengan tetap mengenakan pakaian tersebut. Sementara aku masih melihat bekas bilasan pada pakaian tersebut.” (H.R Muttafaqun ‘alaih)
Dalam riwayat Muslim disebutkan:
“Aku pernah mengerik bekas mani yang tersisa pada pakaian Rasulullah, lalu beliau kenakan untuk shalat.”
Dalam lafal lain berbunyi,
“ Aku pernah mengerik mani yang mengering pada pakaian beliau dengan kuku.”
Bahkan diriwayatkan secara sahih bahwa beliau mambiarkannya saja mani yang masih basah. Cukup beliau dengan mengusapnya dengan batng kayu atau sejenisnya. Sebagaimana disebutkan dalam riwayat Ahmad (VI/243)
Diriwayatkan dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha bahwa ia berkata:
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menghilangkan bekas mani pada pakaiannya dengan kayu idzkhir kemudian mengerjakan shalat dengan mengenakannya. Bila mani itu mongering beliau kerik kemudian mengerjakan shalat dengan pakaian itu.” (Hadits Ibnu Khuzaimah dalam kitab Shahih beliau dan dinyatakan hasan oleh Syaikh Al-Albani dalam Al-Irwa’ I/197)
Adapun madzi statusnya najis berdasarkan hadits Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,
“Saya adalah seorang pria yang sering mengeluarkan madzi. Karena itu saya pun menyuruh Miqdad menenyakan hal itu kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Rasulullah bersabda, cukup berwudhu saja!” (H.R Bukhari)
Dalam sebagian riwayat disebutkan bahwa Rasulullah memerintahkan beliau untuk mencuci zakar dan buah pelir lalu berwudhu. Sebagaimana diriwayatkan oleh Abu ‘Uwanah dalam Al-Mustakhrij.
Dalam kitab At-Talkhis Ibnu Hajar Al-Asqalani berkata, “Sanad hadits ini bersih tidak ada cacatnya. Oleh sebab itu, madzi statusnya najis wajib mencuci zakar dan buah pelir karena mengeluarkannya serta membatalkan wudhu.”
Bagaiman dengan pakaiannya? “Dianjurkan agar mengerik mani yang melekat pada pakaian meski kita telah menyatakan bahwa mani itu suci. Namun tetap sah shalat dengan mengenakan pakaian yang terkena mani meskipun belum dikerik.” (Al-Mughni I/763)
Adapun madzi, maka cukuplah dengan memercikkan air pada pakaian yang terkena karena sangat menyulitkan bila harus dicuci. Dalilnya adalah riwayat Abu Dawud dalam Sunannya, dari Sahal bin Hanif radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,
“Saya merasakan kesulitan yang sangat disebabkan sering mengeluarkan madzi, sehingga saya berulang kali mandi. Lalu saya tanyakan hal tersebut kepada Rasulullah. Beliau menjawab, “Cukup bagimu berwudhu!” Wahai Rasulullah, bagaimana dengan pakaian yang terkena madzi?” tanyaku lagi. “Cukup engkau ambil seciduk air lalu percikan pada bagian yang terkena madzi!” jawab beliau.
Penulis kitab Tuhfatul Ahwadzi (I/373) berkata, “Hadits ini merupakan dalil bahwa bila madzi mengenai pakaian maka cukup dipercikan air pada bagian yang terkena madzi dan tidak perlu dicuci.”

Kenneth Mathieson 'Kenny' Dalglish MBE (lahir di Dalmarnock, Glasgow, Skotlandia, 4 Maret 1951; umur 60 tahun) adalah mantan pemain Skotlandia. Dia memperoleh kesuksesan bersama Celtic pada era 1970an dan bersama klub liga Inggris Liverpool pada tahun 1970an dan 1980an. Dia adalah pemain pertama yang dapat mencetak 100 gol di liga Inggris dan Liga Skotlandia. Sejak 8 Januari 2011 dia bekerja sebagai manajer Liverpool sampai akhir musim menggantikan Roy Hodgson.
MEMPERBESAR PAYUDARA, MUNGKINKAH?
Jangan gampang terbuai rayuan iklan. Ukuran payudara wanita dewasa tak dapat diperbesar lagi dengan cara apa pun. Hanya bisa dilakukan lewat operasi dengan efek samping yang tidak kecil.
| Coba cermati betapa marak iklan memperbesar payudara belakangan ini. Pihak produsen menjanjikan aneka produk yang mampu memperbesar payudara dalam waktu singkat. Entah dengan mengoleskan krim, mengenakan bra khusus, minum pil, sampai menggunakan peralatan elektronik yang dirancang khusus. Soal waktu juga tidak tanggung-tanggung. Mereka menjanjikan sesuatu yang fantastis. Hanya dalam waktu 30 hari, bukti konkret sudah bisa diperoleh. Yang benar saja! Penggunaan berbagai cara untuk membesarkan buah dada, tandas Dr. Ferryal Loetan, ASC&T, MMR, Sp.RM., sebetulnya sia-sia belaka. Menurut konsultan seksologi ini, "Payudara wanita dewasa tidak mungkin dapat diperbesar lagi dengan cara apa pun. Sedangkan pertumbuhan yang paling pesat dialami oleh remaja putri yang baru mengalami pubertas. Makanya, payudara akan terlihat mengalami pembesaran dan pengencangan pada umur 10-18 tahun. Pertumbuhan ini akan terhenti saat si anak telah tumbuh jadi sosok wanita dewasa. Saat itulah ukuran payudara tidak bisa diutak-atik lagi. Sama halnya dengan perkembangan penis pada anak laki-laki. Pasalnya, jelas Ferryal, payudara dibangun oleh kelenjar dan jaringan halus yang tidak bisa "dilatih" supaya membesar. Adapun kelenjar yang menyusun payudara adalah kelenjar susu. Kelenjar ini hanya akan aktif bekerja selama masa kehamilan guna mempersiapkan tubuh si ibu memproduksi ASI. Saat itulah kelenjar-kelenjar tersebut penuh berisi susu yang menyebabkan membesarnya ukuran payudara. Tak heran jika ukuran payudara wanita saat hamil lebih besar daripada biasanya. Sementara jaringan yang paling banyak menyusun struktur payudara adalah jaringan lemak dan jaringan ikat. Jaringan-jaringan halus inilah yang menopang payudara tadi. Tak heran jika payudara sudah kendur akan tetap kendur alias sulit sekali untuk mengencangkannya. Kendurnya payudara ini menunjukkan jaringan ikat dan jaringan lemak yang menopangnya sudah tidak bisa menyangga beban payudara. FAKTOR PENENTU Secara umum, jelas Ferryal, besar kecilnya ukuran payudara ditentukan oleh beberapa faktor. Di antaranya faktor ras dimana memang ada ras/suku tertentu yang kaum perempuannya dikenal memiliki buah dada yang cukup besar. Wanita Asia umumnya memiliki payudara yang relatif kecil. Sebaliknya, ras Kaukasia dikenal memiliki payudara cukup besar. Namun seiring dengan aspek globalisasi dengan banyaknya perkawinan antarras, faktor ras agaknya sudah tidak lagi menentukan besar kecilnya buah dada. Buktinya, tidak sedikit wanita Asia yang memiliki buah dada besar. Faktor penentu berikut adalah faktor genetik. Artinya, ukuran payudara seorang ibu akan menurun pada anak perempuannya. Dengan demikian, dari seorang ibu yang memiliki buah dada besar, kemungkinan besar anak-anak perempuannya pun memiliki ukuran payudara yang relatif besar pula. Kendati begitu, faktor lingkungan dan pelatihan juga ikut berpengaruh. Seorang atlet renang umumnya memiliki payudara relatif besar karena bidang dadanya pasti lebih lebar mengingat sering tertarik oleh gerakan-gerakannya saat berenang. Sebaliknya, penderita asma biasanya memiliki buah dada lebih kecil dibanding ukuran asli/semestinya. Kondisi ini merupakan akibat tak langsung dari bentuk toraks/dadanya yang relatif kecil. Selain oleh kebiasaannya menarik napas secara dalam. OPERASI SEBAGAI SOLUSI? Selain meragukan efektivitasnya, Ferryal juga mengkhawatirkan dampak negatif dari berbagai upaya pembesaran payudara yang marak diiklankan di berbagai media. Salah satu yang paling dikhawatirkannya adalah cara vakum. Metode ini mengklaim bisa membesarkan payudara dengan cara menyedot jaringan-jaringan payudara menggunakan alat khusus. "Untuk jangka pendek, upaya ini mungkin akan berhasil karena jaringan akan terpompa dan payudara ikut membesar," ujar Ferryal memberi komentar. Sedangkan untuk jangka panjang, ia justru meragukannya. "Bagaimana mungkin? Sebabnya, begitu vakum dilepas, seluruh jaringan yang membentuk payudara akan kembali ke ukuran aslinya. Payudara pun akan kembali mengempis." Demikian juga dengan berbagai krim yang banyak ditawarkan di pasaran. Ferryal mengingatkan konsumen untuk benar-benar mempertanyakan efeknya. "Apa iya bisa memperbesar ukuran payudara? Padahal krim-krim tersebut hanya bekerja pada bagian luar payudara dan tidak bisa menembus jaringan payudara. Sedangkan sebatas mengencangkan payudara sih mungkin saja," tuturnya. Ferryal tak memungkiri bahwa operasi merupakan salah satu upaya pembesaran payudara yang "aman". Menyuntikkan silikon ke payudara sudah banyak ditinggalkan orang karena risikonya yang sangat besar. Pasalnya, silikon tersebut sewaktu-waktu bisa pecah lalu merembes masuk ke pembuluh darah yang kemudian bisa menyebabkan keracunan pada tubuh. Keracunan ini bisa menghancurkan sel-sel tubuh yang dalam tahap selanjutnya dapat memicu terjadinya kanker. Itulah mengapa Ferryal kembali mengingatkan konsumen agar mencurigai lembaga kecantikan ataupun oknum tertentu yang menawarkan operasi silikon. Operasi yang dianggap cukup "aman" untuk memperbesar payudara adalah operasi saline. Lewat operasi, model/bentuk dan ukuran payudara bisa didesain sedemikian rupa tergantung selera yang bersangkutan. Yang patut diperhatikan, orang yang melakukan operasi haruslah orang yang benar-benar ahli dalam bidang operasi plastik karena tidak setiap orang bisa sembarangan melakukannya. Caranya, serupa dengan silikon, cairan saline dimasukkan ke dalam bungkus tertentu lalu dipasang di bagian payudara. Meski dianggap lebih "aman" ketimbang silikon, sampai sejauh ini penelitian lanjut mengenai efek samping cairan ini belum ada. Jadi, kalau mau menempuh cara ini pun ada baiknya pikirkan kembali dampak merugikan yang mungkin timbul. MESTI RAJIN MERAWAT Meski pembesaran payudara bisa dilakukan lewat operasi, tapi Ferryal menegaskan setiap pasangan suami-istri hendaknya mensyukuri ukuran payudara yang dimiliki sang istri. Karena yang terpenting adalah bagaimana merawat dan menjaga payudara tersebut agar tetap kencang. Selain itu, ukuran payudara juga tidak selalu identik dengan daya tarik seksual pria. Bicara soal ukuran, toh selera laki-laki dalam hal ini juga tidak bisa disamaratakan. Ada laki-laki yang suka wanita berpayudara besar, tapi tidak sedikit pula yang menyukai wanita berpayudara kecil. Artinya, "Semua tergantung selera masing-masing." Jadi, hanya jika ukuran kecilnya payudara istri sudah jadi masalah urgent dalam keluarga, operasi saline bisa jadi alternatif. Ferryal menganjurkan pula agar setiap wanita hendaknya merawat payudaranya sebaik mungkin. Sejak usia pubertas, orang tua wajib mengajarkan pada anaknya bagaimana menjaga kebersihan dan merawat organ-organ seksualnya. Termasuk penjelasan kepada anak perempuan bagaimana caranya menaruh kepedulian besar pada payudara. Saat payudara mulai tumbuh dibutuhkan penyangga yang tepat untuk menopangnya. Pemakaian bra yang tepat dan cocok akan membuat payudara tumbuh semestinya dan membantunya agar tidak cepat kendur. |






